Kabar Gembira! Zona Kuning Covid-19 di Lampung Makin Banyak, Berikut Daftarnya

lampung.rilis.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:40
Kabar Gembira! Zona Kuning Covid-19 di Lampung Makin Banyak, Berikut Daftarnya

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 RI kembali memperbaharui peta risiko wilayah di seluruh daerah di Tanah Air. Termasuk kabupaten/kota di Lampung.

Satgas menetapkan sebanyak 13 kabupaten/kota di Lampung masuk sebagai wilayah kategori risiko rendah atau zona kuning Covid-19 per 12 September 2021.

Kabar menggembirakan itu juga dibagikan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana di WhatsApp Group (WAG) Covid 19 Provinsi Lampung, pada Rabu (15/9/2021) malam.

Ke-13 daerah masuk zona kuning antara lain Tanggamus, Lampung Utara, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Barat, Pringsewu, Waykanan.

Kemudian Bandarlampung, Lampung Tengah, Tulangbawang, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat. Sementara Metro dan Mesuji masuk zona oranye atau risiko sedang.

Pada pekan sebelumnya atau tepatnya 5 September 2021, Lampung didominasi zona oranye. Sebanyak 10 daerah masuk kategori risiko sedang dan lima daerah lainnya zona kuning.

Dalam penentuan peta risiko wilayah, Satgas Penanganan Covid-19 menggunakan sepuluh indikator epidemiologi untuk menentukan zonasi risiko.

Antara lain penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak; jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada; penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak; penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak.

Kemudian penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak; penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak; persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.

Selanjutnya, insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk; kecepatan laju insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100.000 penduduk; mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100.000 penduduk.

Selain indikator epidemiologi, Satgas juga menggunakan indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Indikator surveilans kesehatan masyarakat meliputi jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO yakni satu orang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu pada level provinsi dan positivity rate rendah (target 5 persen sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa). Hal itu merujuk pada angka provinsi.

Sementara, indikator pelayanan kesehatan meliputi rata-rata angka keterpakaian tempat tidur isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut; rata-rata angka keterpakaian TT intensif (% BOR TT intensif) dalam satu minggu terakhir pada RS rujukan Covid-19 cukup untuk menampung pasien di wilayah tersebut.

Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan, lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dikategorisasi menjadi empat zona risiko, yaitu zona risiko tinggi 0-1.80; zona risiko sedang 1.81-2.40; zona risiko rendah 2.41-3.0; zona tidak terdampak atau tidak tercatat kasus positif; dan zona tidak ada kasus atau pernah terdapat kasus di wilayah tersebut namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir serta angka kesembuhan mencapai lebih dari 95 persen. (*)

Artikel Asli