Wagub DKI: PTM Tiap Hari Masih Dipertimbangkan

republika | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:24
Wagub DKI: PTM Tiap Hari Masih Dipertimbangkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku jika pembelajaran tatap muka (PTM) hingga kini berjalan baik. Namun demikian, dirinya masih enggan menyebut kapan PTM akan dilakukan setiap hari.

"Tiap hari nanti, masih dipertimbangkan, masih dirapatkan, nanti tunggu dari dinas pendidikan," ujar Riza saat ditemui di Balai Kota, Rabu (15/9) malam.

Menyoal pembukaan 610 sekolah yang menyelenggarakan tatap muka, dia menyebut penambahan akan terus dilakukan. Diharapkannya, target pembukaan 1.500 sekolah akan rampung diselesaikan bulan ini.

"Insya Allah mudah-mudahan di akhir tahun, sekolah semakin banyak (dibuka) dan diikuti," katanya.

Namun demikian, lanjut Riza, pihaknya masih akan terus mewaspadai berbagai kemungkinan nantinya. Utamanya, kata dia, jika berkaca pada negara-negara lain di dunia yang menggelar PTM dan memulai kembali peningkatan kasus Covid-19.

"Jadi, para orang tua, para guru semua, kita bersama bersinergi positif, berkolaborasi bekerja sama, saling mengingatkan, saling memastikan semua protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik," jelas Riza.

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, mengatakan, jadwal pembukaan 1.500 sekolah jika sesuai jadwal memang direncanakan pada 27 September nanti. Namun demikian, menurutnya, hingga kini masih dalam proses finalisasi dan perapihan untuk menentukan sisa 890 sekolah yang akan dibuka.

"Iya timeline-nya memang demikian. Tapi kan kita belum tahu, mengenai pelatihan (juga) bisa saja berubah," ujar Taga.

Dia menambahkan, pembukaan sisa sekolah itu, ditetapkan setelah melakukan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan Disdik DKI.

Menyoal pembukaan sekolah setiap hari, menurut Taga, rencananya memang akan seperti itu. Namun demikian, dia menyebut saat ini pihaknya mengatakan, masih melakukan pendalaman uji coba dan pendampingan kepada 610 sekolah yang dibuka saat ini.

"Agar kita tidak gegabah merelakan 5 hari (pembukaan), tapi ternyata berefek kepada jumlah klaster (sekolah)" tambah dia.

Dia menambahkan, hingga kini dirinya masih berfokus pada 610 sekolah yang sudah dibuka.

Artikel Asli