Masuk Pokok Perkara, Jaksa Minta Eksepsi Husnul Fauzi Ditolak

suarantb | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 03:22
Masuk Pokok Perkara, Jaksa Minta Eksepsi Husnul Fauzi Ditolak

Mataram (Suara NTB) Eksepsi terdakwa kasus pengadaan benih jagung tahun 2017, Husnul Fauzi tidak banyak ditanggapi jaksa penuntut umum. Sebabnya, keberatan mantan Kadistanbun Provinsi NTB ini sudah banyak masuk pokok perkara. Bukan semata soal surat dakwaan.

Kami tidak sependapat dengan penasihat hukum terdakwa, ucap jaksa penuntut umum I Wayan Suryawan menguraikan mengenai tanggapan atas eksepsinya ditemui Rabu, 15 September 2021. Alasannya, eksepsi terdakwa Husnul yang disampaikan penasihat hukum Sahrul mengada-ada karena tidak membaca surat dakwaan degan seksama sehingga membuat kesimpulan dakwaan itu tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Wayan mengatakan dakwaan itu sudah memuat tempat dan waktu kejadian disertai dengan uraian peristiwa dan ketentuan pidana berikut pasal dakwaannya. Terlebih lagi yang mengatakan perbuatan Husnul selaku kuasa pengguna anggaran dalam dua proyek pengadaan senilai Rp49,01 miliar tersebut.

Argumennya dengan menyatakan perbuatan husnul merupakan kesalahan administrasi karena menjalankan tugas dan kewenangannya. Maka pertanggungjawabannya disebut bukan melalui pidana apalagi tindak pidana korupsi. Wayan membantahnya dengan alasan sifat melawan hukum tindak pidana korupsi bukan hanya berkaitan dengan salah prosedur yang membentuk pertanggungjawaban administrasi.

Tetapi apabila kesalahan administrasi itu disengaja sehingga menyebabkan kerugian negara atau dengan tujuan memperkaya diri atau orang lain, maka membentuk pertanggungjawaban pidana. Dia menambahkan, pelanggaran administrasi bukan merupakan letak tindak pidana korupsinya, melainkan tempat sifat melawan hukumnya korupsi. Menurut hemat kami, hal itu sudah memasuki pokok perkara karena untuk membuktikan apakah perbuatan yang didakwakan itu merupakan tindak pidana atau bukan, maka harus diperiksa pokok perkaranya, tegas Wayan.

Berdasarkan alasan itu dia memohon kepada majelis hakim untuk menyatakan keberatan Husnul tidak dapat diterima sehingga perkara tersebut harus dilanjutkan ke pemeriksaan. Husnul sebelumnya didakwa terlibat korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017 yang merugikan negara Rp27,35 miliar. Husnul mengatur penunjukkan langsung PT Sinta Agro Mandiri (SAM) dan PT Wahana Banu Sejahtera (WBS).

PT SAM milik terdakwa Aryanto Prametu mendapatkan kontrak Rp17,25 miliar untuk pengadaan 487,85 ton benih jagung. Dalam pelaksanaannya hanya 10 ton yang jelas varietasnya. Dari proyek yang dikerjakan PT SAM ini, BPKP Perwakilan NTB menghitung kerugian negara sebesar Rp15,43 miliar. Sementara PT WBS mendapat kontrak senilai Rp31,76 miliar untuk pengadaan 849,9 ton benih jagung. Realisasinya, benih yang didatangkan PT WBS tidak seluruhnya memenuhi syarat spesifikasi dan sertifikat, serta sudah kedaluarsa. Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan NTB, kerugian negara yang timbul mencapai Rp11,92 miliar. (why)

Artikel Masuk Pokok Perkara, Jaksa Minta Eksepsi Husnul Fauzi Ditolak pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli