Evakuasi Pesawat Rimbun Air Dibayangi Serangan Teroris Papua

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:02
Evakuasi Pesawat Rimbun Air Dibayangi Serangan Teroris Papua

JawaPos.com Pesawat maskapai Rimbun Air PK-OTW yang hilang berhasil ditemukan. Tim gabungan TNI-Polri mendapati pesawat itu jatuh di perbukitan yang berjarak 800 meter dari bandara Sugapa, Intan Jaya. Tiga kru dinyatakan tewas.

Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati menuturkan, berdasar laporan yang diterima Kemenhub, pesawat berjenis DHC Twin Otter seri 300 tersebut lepas landas dari bandara Nabire pukul 06.40 WIT dengan tujuan bandara Sugapa. Ini adalah pesawat kargo yang waktu itu mengangkut bahan bangunan, jelasnya kemarin (15/9).

Komunikasi terakhir Airnav Sugapa dengan pilot terjadi pukul 07.30 WIT. Pesawat dinyatakan hilang kontak 7 menit kemudian, atau pukul 07.37 WIT. Pesawat itu diawaki tiga orang. Yakni, Haji Mirza selaku pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi sebagai teknisi.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menjelaskan, pencarian dilakukan oleh tim gabungan TNI dan Polri. Kasus kecelakaannya ditangani Polres Nabire, tuturnya. Berdasar foto yang diperoleh Jawa Pos, pesawat itu diduga jatuh di hutan. Badan pesawat tampak hancur dengan posisi menghunjam tanah. Potongan sayap berserakan di dekat badan pesawat.

Kamal melanjutkan, lokasi jatuhnya pesawat itu hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki. TNI, Polri, dan pemuda gereja setempat tengah melakukan evakuasi. Penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui. Namun, ada berbagai informasi terkait hal itu. Salah satunya, pesawat nahas itu ditembak kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB). Namun, informasi tersebut dibantah Polda Papua.

Sampai kemarin malam, operasi pencarian dan penyelamatan Rimbun Air PK-OTW masih berlangsung. Kepala Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Timika George Leo Mercy Randang memastikan tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Mereka juga mendapat gambar terakhir pesawat yang terbang dari bandara Nabire itu.

Saat berita ini ditulis, jenazah pilot telah dievakuasi ke bandara Sugapa. Evakuasi dilakukan lewat jalur darat dengan bantuan Satgas Nemangkawi TNI-Polri. Menurut Mercy, kondisi medan dan cuaca buruk menjadi kendala dalam evakuasi tersebut. Namun, tim SAR dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat tetap berupaya maksimal untuk mengevakuasi seluruh korban, terangnya.

Tim SAR gabungan juga berpacu dengan waktu. Mereka harus mengantisipasi potensi serangan KKTB yang bisa datang setiap saat. Sebab, Intan Jaya merupakan salah satu basis kelompok yang kerap berbuat onar itu. Oleh karena itu, tim gabungan TNI dan Polri atau dari Satgas Nemangkawi terlibat langsung, ujar Mercy. Total ada sepuluh personel Kantor SAR Timika yang di-back up TNI dan Polri.

Artikel Asli