Bantah Ditembak KKB, Polisi Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh karena Cuaca Buruk

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 09:00
Bantah Ditembak KKB, Polisi Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh karena Cuaca Buruk

LIMAPAGI - Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan membantah pesawat Rimbun Air PK-OTW jatuh karena ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia mengklaim, pesawat itu jatuh karena kecelakaan.

"Saya tegaskan insiden yang dialami pesawat Rimbun Air murni kecelakaan bukan karena faktor lain, apalagi ditembak KKB," kata Sandi, Kamis, 16 September 2021.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pesawat Rimbun Air yang hilang kontak telah ditemukan pada Rabu, 15 September 2021 pukul 11.00 WIT. Pesawat ditemukan di Bukit Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Pada saat kejadian cuaca memang kurang mendukung. Jadi, diperkirakan pesawat akan landing. Namun, landasan tidak terlihat jelas karena jatuhnya pesawat ini tidak terlalu jauh dengan Bandara," ungkap Kamal lewat keterangan tertulisnya, Rabu.

Kamal menjelaskan, pada pukul 11.00 WIT, pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa telah menemukan pesawat itu di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, tepatnya di Ketinggian 2.400 meter.

"Tim gabungan TNI-Polri bersama pemuda gereja melakukan evakuasi," ucapnya.

Kamal menyampaikan, lokasi Bandara dengan jatuhnya pesawat berjarak 800 meter. Untuk menuju ke sana harus menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan berjalan kaki agar sampai di titik jatuhnya pesawat.

"Karena jatuhnya pesawat terjadi di perbukitan. Sehingga, tim gabungan saat ini sedang menuju ke lokasi evakuasi. Mudah-mudahan 2 sampai 3 jam ke depan sudah tiba di lokasi dan segera melakukan evakuasi, kru Pilot dan juga barang-barang yang ada di dalamnya," ujarnya.

Untuk diketahui, Pesawat Rimbun Air PK-OTW hilang kontak pada Rabu, 15 September 2021 Pukul 07.37 WIT. Pesawat tersebut berangkat dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Intan Jaya pada pukul 06.40 WIT.

Airnav Sugapa sempat berkomunikasi dengan pilot pada pukul 07.37 WIT sebelum dinyatakan hilang kontak. Identitas kru pesawat itu adalah Hj. Mirza selaku pilot, Fajar selaku kopilot, dan Iswahyudi selaku teknisi. Ketiga kru dipastikan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Artikel Asli