Biografi Singkat Ahmad Dahlan, Tokoh Pahlawan Pendiri Muhammadiyah Yogyakarta

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 09:20
Biografi Singkat Ahmad Dahlan, Tokoh Pahlawan Pendiri Muhammadiyah Yogyakarta

LIMAPAGI - Biografi singkat Ahmad Dahlan, beliau merupakan tokoh agam Islam di Indonesia yang merupakan Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Muhammadiyah di Yogyakarta.

KH. Ahmad Dahlan atau Ahmad Dahlan lahir di kota Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Beliau memiliki nama lahir yaitu Muhammad Darwisy dan merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah serta biografi mengenai tokoh Pahlawan Nasional sekaligus sebagai tokoh agama Islam di Indonesia.

Biografi Singkat Ahmad Dahlan

(wikipedia) KH.. Ahmad Dahlan

Menurut sejarah, Ahmad Dahlan merupakan keturunan kedua belas dari salah satu tokoh Walisongo yang merupakan penyebar agama Islam di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).

Seperti ini silsilahnya:

  • Maulana Malik Ibrahim
  • Maulana Ishaq
  • Maulana 'Ainul Yaqin
  • Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen)
  • Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom)
  • Demang Djurung Djuru Sapisan
  • Demang Djurung Djuru Kapindo
  • Kiai Ilyas
  • Kiai Murtadla
  • KH. Muhammad Sulaiman
  • KH. Abu Bakar
  • Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan)
  • Pada usia yang sangat muda, yaitu 15 tahun, Ahmad Dahlan pergi ke Mekah untuk melakukan ibadah haji dan juga memutuskan untuk menetap di sana selama lima tahun.

    Di Mekah, beliau mulai mengenal dunia Islam serta berinteraksi dengan pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah.

    Biodata Ahmad Dahlan

    Nama Muhammad Darwisy
    Panggilan Ahmad Dahlan Tempat dan Tanggal Lahir Yogyakarta, 1 Agustus 1868 Wafat Yogyakarta, 23 Februari 1923 Agama Islam Orang Tua - Pasangan Siti Walidah, Nyai Abdullah, Nyai Rum, Nyai Aisyah dan Nyai Yasin Pakualaman Anak Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Siti Aisyah, Irfan Dahlan dan Siti Zaharah (anak dari Siti Walidah). Gelar Pahlawan Nasional

    Perjalanan Hidup Ahmad Dahlan

    Setelah lima tahun berlalu, Muhammad Darwisy kembali ke kampung halamannya dan berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.

    Lalu pada tahun 1903, beliau memutuskan untuk kembali ke Mekah dan tinggal selama dua tahun di sana.

    Saat menetap selama dua tahun di Mekah, beliau sempat berguru dan belajar banyak dari Syekh Ahmad Khatib, salah satu tokoh guru dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari.

    Setelah banyak menimba ilmu di Mekah dengan Syekh Ahmad Khatib, Ahmad Dahlan kembali lagi ke kampung halamannya dan mendirikan Muhammadiyah di sana, tepatnya di Kauman, Yogyakarta.

    Sepulang dari Mekah, Ahmad Dahlan menikahi sepupunya sendiri yang bernama Siti Walidah. Sepupunya tersebut merupakan anak dari Kiai Penghulu Haji Fadhil.

    Pernikahannya dengan Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) dikaruniai enam orang anak, yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Siti Aisyah, Irfan Dahlan dan Siti Zaharah.

    Menurut sejarah, Ahmad Dahlan juga pernah menikah dengan beberapa wanita lainnya selain Siti Walidah, dengan Nyai Abdullah yaitu janda H. Abdullah, Nyai Rum yang merupakan adik Kiai Munawwir Krapyak, Nyai Aisyah yang merupakan adik Adjengan Penghulu dan juga Nyai Yasin Pakualaman.

    Sejarah Karier Ahmad Dahlan

    Beliau sangat aktif dalam memberikan gagasan tentang dakwah di Muhammadiyah. Bahkan, ia dikenal baik oleh masyarakat karena memiliki gagasan yang cerdas.

    Dari sana, beliau sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat. Kemudian dengan mudahnya ia mendapat tempat di beberapa organisasi, seperti Boedi Oetomo, Syarikat Islam dan Komite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W.

    Tujuan didirikannya Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan yaitu untuk melakukan suatu pembaharuan serta cara berpikir serta beramal menurut tuntunan agama Islam, tentu saja dengan tuntunan Al-Qur'an dan juga al-Hadits.

    Meskipun Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah dengan tujuan yang baik, tetap saja ada berbagai fitnah yang negatif yang datang kepadanya, bahkan ada juga yang hampir membunuhnya.

    Tapi semua kecaman yang datang padanya, tidak membuat semangat serta tekad Ahmad Dahlan pupus. Dengan berteguh hati, ia terus melanjutkan cita-citanya tersebut tanpa putus asa.

    Pada akhirnya, organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan berkembang pesat hingga bisa menarik perhatian dunia, terutama para pengamat Islam.

    Akhir Hayat Ahmad Dahlan

    (insancita.wordpress) Makam KH. Ahmad Dahlan

    KH. Ahmad Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 di Yogyakarta. Kemudian jenazahnya dikebumikan di Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta.

    Untuk mengenang dan menghormati semua jasa-jasa yang telah diberikan untuk Indonesia, pada 27 Desember 1961, KH. Ahmad Dahlan diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Keputusan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keppres RI No. 657 Tahun 1961.

    Artikel Asli