Harus Sabar dan Ikhlas, karena Covid-19 Dikembalikan ke Ortu

radarjogja | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 08:30
Harus Sabar dan Ikhlas, karena Covid-19 Dikembalikan ke Ortu

RADAR JOGJA Anak berkebutuhan khusus (ABK) juga perlu perhatian khusus pula untuk merawat mereka. Sehingga sabar dan ikhlas adalah dua hal yang harus dimiliki oleh para pengelola Panti Asuhan Anak Berkebutuhan Khusus Bakti Asih, Kulonprogo. Sejak 2006 lalu, panti tersebut aktif merawat anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa hidup mandiri.

Lokasi Panti Asuhan Bhakti Asih terletak di Jalan Nakula, Padukuhan Janti 12, Kalurahan Jati Sarono, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo. Bentuk bangunan panti itu terlihat mirip rumah biasa dengan warna cat tembok cokelat terang.

Terhitung sudah sejak 15 tahun lalu rumah tersebut difungsikan oleh Hilarius Sudiyo sebagai panti yang merawat anak-anak berkebutuhan khusus dan autis. Saat ini ada sekitar lima anak dengan berbagai kebutuhan yang menghuni panti tersebut.Diketahui, sebelumnya sempat ada 24 anak yang menghuni panti tersebut. Namun karena situasi pandemi Covid-19 beberapa anak terpaksa harus dikembalikan kepada orang tuanya.

Setiap anak di panti itu juga memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda-beda. Daerah tempat tinggalnya pun beragam, ada yang berasal dari Jakarta, Semarang, Bogor hingga Manado.Anak-anak di panti ini juga berasal dari berbagai latar belakang keluarga. Namun banyak diantaranya yang sengaja dititipkan oleh orang tuanya agar bisa dirawat disini, ujar Sudiyo selaku pemilik panti tersebut saat ditemui Radar Jogja , kemarin (13/9).

Sudiyo mengatakan, dalam upaya merawat anak-anak berkebutuhan khusus itu memang perlu kerja ekstra. Sebab setiap anak memiliki bentuk kebutuhan yang berbeda-beda.Beberapa di antaranya ada yang sudah bisa hidup mandiri dan dapat melakukan berbagai hal seperti manusia normal. Namun sebagian lagi juga perlu diberi perhatian lebih agar bisa menjalani kehidupan kesehariannya.

Selama puluhan tahun merawat anak-anak itu, Sudiyo mengaku hal yang harus dimiliki oleh para perawat panti adalah rasa sabar dan ikhlas. Mengingat, anak-anak dengan kebutuhan khusus itu perlu penanganan khusus juga agar nantinya bisa hidup mandiri.

Dikatakan Sudiyo, adapun cara agar anak-anak berkebutuhan khusus di panti tersebut bisa hidup mandiri adalah dengan mengajari mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Seperti berkomunikasi dengan orang lain, mencuci hingga menjemur baju sendiri dan berbagai kegiatan lainnya.Merawat anak-anak dengan kondisi seperti ini memang perlu sabar dan ikhlas, tidak kemudian bisa disamakan dengan anak-anak pada umumnya. Sehingga harus telaten agar nantinya mereka bisa mandiri, ujar Sudiyo.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, diakui Sudiyo kondisi tersebut memang cukup berdampak pada keberlangsungan panti tersebut. Beberapa donatur bahkan ada yang terpaksa menghentikan donasinya karena juga terdampak situasi pandemi yang membatasi berbagai kegiatan.

Namun ia bersyukur meski di tengah kondisi serba sulit, masih tetap ada orang yang menaruh perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Salah satunya Kejaksaan Tinggi DIJ dan Kejaksaan Negeri Kulonprogo.

Pada Senin (13/9), dua lembaga tersebut menyalurkan bantuan bahan-bahan kebutuhan pokok kepada panti tersebut. Bentuk bantuan yang berupa beras, minyak, telur, gula diharapkan mampu membantu kebutuhan harian bagi anak-anak di Panti Bhakti Asih Nanggulan.Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk sedikit berbagi meringankan masyarakat yang membutuhkan. Khususnya karena kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, ujar Kepala Kejati DIJ Tanti A. Manurung disela kegiatan. (inu/pra)

Artikel Asli