Turun Level, Pemadaman PJU Ditambah

radarjogja | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 08:00
Turun Level, Pemadaman PJU Ditambah

RADAR JOGJA Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja melakukan penyesuaian pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU). Penerangan lampu PJU ditambah satu jam, seiring menyesuaikan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat.

Kepala DPUPKP Kota Jogja, Hari Setyawacana mengatakan seiring PPKM turun level 3, maka ada penambahan durasi penerangan lampu PJU di kota. Sebelumnya, pemadaman lampu hanya dilakukan pulul 20.00. Saat ini menjadi pukul 21.00. Kota Jogja sudah turun levelnya ya (PPKM) ke level 3. Jadi memang ada penambahan durasi penerangan di kota. Ya sejauh ini tetap kami sesuaikan, katanya kemarin (15/9).

Hari menjelaskan penyesuaian pemadaman lampu itu menyusul adanya penambahan durasi kegiatan ekonomi masyarakat di Kota Jogja hingga pukul 21.00 pada PPKM Level 3 ini. Di luar jam tersebut lampu PJU akan otomatis juga dipadamkan. Sesuai penerapan PPKM level 3, semua kegiatan malam atau usaha kuliner kan terakhir pukul 9 malam, ya kami sesuaikan, ujarnya.

Pasalnya sistem alur PJU dibuat secara paralel. Sehingga, mengenai toleransi waktu tidak dapat dipastikan. Terlebih, di kawasan Malioboro seperti pedagang juga terpaksa harus menyesuaikan. Sebab, ketika satu lampu PJU dimatikan di kawasan Malioboro juga akan turut mati. Hal ini juga semata-mata dilakukan agar Malioboro tidak penuh oleh kerumunan warga. Mengingat masih dalam masa pembatasan. Jadi kami harapkan pedagang dan pengunjung memahami itu. Jadi meski sudah turun (penyebaran kasus Covid-19), harapan tidak ada penularan yang kembali masif. Nah itu yang perlu kami perhatikan, jelasnya.

Terpisah, Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo mengatakan perpanjangan durasi PJU ini menjadi penting. Mengingat para pedagang baru selesai melayani pengunjung pukul 20.30. Diharapkan, ada toleransi khususnya bagi para pelaku usaha. Ya harapannya ini ada toleransi untuk pelaku usaha. Jadi mereka juga tidak terburu-buru. Apalagi ketika lampu mati, sudah sulit merapikan dagangan, katanya. (wia/bah)

Artikel Asli