Heboh “Nyanyian” Krisdayanti

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:42
Heboh “Nyanyian” Krisdayanti

Ternyata penghasilan anggota DPRkita sangat besar. Rinciannya: Gaji pokok Rp16 juta per bulan, Tunjangan Rp 59 juta per bulan, Dana aspirasi Rp450 juta, 5 kali setahun Dana Kunjungan Rp140 juta, 8 kali setahun.

Data ini diungkap anggota DPRyang juga artis, Krisdayanti. Buka-bukaan anggota Fraksi PDIP ini jadi trending . Bisa dipahami, karena data wow ini berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi rakyat yang porak-poranda akibat pandemi.

Mantan anggota DPR Fahri Hamzah, menanggapi singkat. Dia menulis satu kata di akun twitternya: pantesan.

Semua sudah tahu kemana arah pantesan ini. Misalnya, DPR sekarang dianggap yang terlemah. Kurang galak. Anggotanya ada yang terlibat kasus korupsi. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), juga dinilai kurang bertaji.

Untuk produktifitas, bahkan disebut yang paling buruk di era reformasi. Sangat lemah.

 

DPR 2019-2024, menurut Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), baru menyelesaikan empat rancangan undang-undang (RUU) prioritas selama dua tahun masa sidang. Sedangkan DPR sebelumnya, 2014-2019, pada kurun waktu yang sama, mampu mengesahkan 16 RUU. Jauh sekali bedanya.

Bisa jadi, ini karena dampak pandemi Covid-19. Tapi, apakah produktifitasnya sampai harus seminim ini?

Tingginya penghasilan DPR mestinya dibarengi melambungnya produktifitas. Jangan high profit , low product . Jangan juga dana aspirasinya tinggi, tapi aspirasi yang diserap, minim.

Masih ada tiga tahun lagi. Kita berharap, DPR bisa lebih produktif dan berkualitas. Ini bukan sekadar harapan kosong. Harapan rakyat sangat serius.

Pengawasan anggaran misalnya, perlu dipertajam. Karena, anggaran Covid-19, seperti disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada selisih yang perlu dikonfirmasi. Jumlahnya sangat besar: 146,69 triliun rupiah!

Karena rakyat sudah berhasil menyejahterakan para wakilnya, maka wajar kalau rakyat punya banyak harapan. Apalagi di tengah kondisi sulit ini.

Semoga DPR masih bisa merasa dan mendengar. Yang terucap maupun yang tak terucap. Karena, terkadang aspirasi yang disampaikan dengan berteriak pun, tak terdengar. Entah karena apa.

Akibatnya, aspirasi dititipkan ke tembok: lewat mural. Ditulis di kertas kusam, lewat poster-poster kecil yang dipampangkan sambil deg-degan. Sementara, Dana Aspirasi DPR mencapai Rp 450 juta, diterima 5 kali setahun, seperti nyanyian Krisdayanti.

Merdu sekali. Rakyat menikmati. Nyanyiannya. (*)

Artikel Asli