Fahri Gaungkan #Oposisi Loyo

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:30
Fahri Gaungkan #Oposisi Loyo

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah kembali bikin heboh di Twitter. Kali ini dia melancarkan kritik keras bukan pada penguasa, tapi justru ke kalangan oposisi di parlemen. Lewat kritiknya itu, Fahri menggaungkan tagar #OposisiLetoy atau #OposisiLoyo.

Tagar itu disematkan Fahri, pada postingan video podcast Krisdayanti dengan Akbar Faizal yang di- retweet -nya dari akun @Valosenadya1 . Cuplikan video berdurasi 1 menit 39 detik itu membahas soal besaran duit yang diterima anggota DPR saat ini.

Di atas video tersebut, dituliskan rincian gaji anggota DPR. Wakil Rakyat di DPR tiap bulan terima : -Gaji pokok 16 juta /bulan, -Tunjangan 59 juta/bulan, -Dana Aspirasi 450 juta/5x setahun, -Dana Kunjungan 140 juta/ 8 setahun plus, plus lain-lainnya. Dibayar dari pajak rakyat, sebagian besar posisinya berkoalisi pada pemerintah dengan beroposisi pada rakyat, posting akun @Valosenadya1 .

Sejurus kemudian, postingan langsung di- retweet dan dikomentar oleh Fahri. Eks Wakil Ketua DPR ini memberi tanggapan : Pantesan #OposisiLetoy, kicaunya.

Spontan, cuitannya itu ramai. Hingga berita ini ditulis, sudah ada 272 komentar, 332 retweet dan 967 suka. Ada yang setuju dengan Fahri, ada pula yang menentang bahkan mencibirnya.

Tagar serupa juga dipasang Fahri, ketika me- retweet berita soal KPK yang diminta mengawasi dugaan permainan uang pemilihan calon anggota BPK. Bahkan Fahri beberapa kali mengangkat tagar berbeda-beda untuk menyerang kalangan oposisi saat ini. Mulai dari #OposisiSekongkol, #OposisiPlangPlongo, hingga #OposisiPenakut.

Di situs pribadinya, Fahri juga sempat menuliskan Oposisi Sekongkol, Rakyat yang Tawuran. Isi tulisan tersebut mengkritik oposisi yang dia nilai lemah sekali di parlemen, sehingga membuat rakyat masih saja mengurusi politik meski pemilu usai. Rakyat disebut menjadi korban.

Fahri menyebut rakyat seperti dirinya dan secara umum tidak harus bertengkar pasca pencoblosan. Karena seharusnya, kondisi perpolitikan Tanah Air kembali normal setelah masa kampanye.

Biar mereka, terutama yang menyebut diri partai oposisi, yang bertengkar melawan eksekutif dan pendukungnya, bukan kita. Mereka enak berantem dapat duit, lah kita? ujarnya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe sependapat dengan cuitan eks politikus PKS itu. Memang kalau kita cermati oposisi selama ini memang lemah karena isu yang dikritisi juga tidak mampu membangkitkan gairah publik, kata Maksimus kepada Rakyat Merdeka , tadi malam.

Pasalnya, isu yang kerap diangkat oleh pihak oposisi adalah isu politik kekuasaan. Sehingga rakyat antipati. Sementara gerbong opisisi makin kurus, agak sulit menyuarakan secara kolektif. Fahri mungkin sadar hal itu, sambungnya.

Di Twitter, responsnya berwarna. Salah satunya akun @Sukardi2017 . Sepertinya #oposisiletoy harus minum obat kuat agar jadi perkasa. Tapi salah minum obat kuat tetap akan mengalami ejakulasi dini, persis 7 fraksi di DKI, karena salah minum obat kuat berupa MAKAN MALAM, mereka menjadi semakin letoy sebagai wakil rakyat. Payah! sindirnya. Bener Bang Nafsu Besar Tenaga Kurang....Tong Kosong Nyaring Bunyinya #OposisiLetoy, dukung @NapiPKS .

Namun akun @Panca66 menyerang. Daripada loe #Sotoy, sentilnya. Ente kemana aja Bang...Dulu garang sekarang loyo... Jangan lupa minum obat kuat Bang biar garang kaya dulu, cibir @EdySupr44468624 . Kasian juga sekelas abang ini berani nya... Sama oposisi aja... Mungkin abang ini tau betapa ruginya klo kritik penguasa, jewer akun @AfidBang .

Cuitan bernada satire dilontarkan oleh akun @Sakai_ju . Gud..sudah melaksanakan tugas dengan baik..melemahkan oposisi... , kicaunya. Jadi Gelora sekarang posisinya sebagai partai pendukung @jokowi nih bang @Fahrihamzah ? Kemarin diundang ke Istana ikut kumpul partai koalisi gak bang? cuit @haldipanjaitan .

Sementara akun @win242848 yang mendukung tagar yang diusung Fahri, yakin bisa menambah semangat oposisi. Bagus, gas terus bang... Biar oposisi makin semangat menjadi oposisi... Ngaku oposisi, tapi suaranya membela rakyat nggak ada, dukungnya. [SAR]

Artikel Asli