Brebes Buktinya Hari Ini, Turun Level, Besoknya, Naik Level

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:20
Brebes Buktinya Hari Ini, Turun Level, Besoknya, Naik Level

Adanya pelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, jika kasus Covid-19 naik lagi, PPKM akan diperketat lagi. Levelnya bisa dinaikkan. Contoh nyatanya adalah Brebes. Yang awalnya sudah PPKM level 3, kini dinaikkan lagi menjadi level 4.

Secara umum, penanganan Corona di Tanah Air sudah membaik. Kasus harian secara nasional sudah berada di angka 5 ribu per hari. Sejak sebulan lalu, Pemerintah pun mulai melonggarkan PPKM. Beberapa kegiatan, yang tadinya dilarang, sudah dibolehkan lagi, meski masih ada pembatasan.

Namun, tak semua daerah bisa mempertahankan penurunan kasus harian Corona. Dari Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021, diketahui ada satu daerah yang kembali masuk kriteria PPKM level 4. Daerah tersebut adalah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Padahal, di periode PPKM sebelumnya, Brebes sudah berada di level 3.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kecewa mengetahui ada daerah di wilayahnya yang kembali masuk PPKM level 4. Ganjar melihat, salah satu penyebabnya adalah masyarakat yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Maka, semua saya omongkan, tidak hanya Brebes, jangan euforia dulu," pinta Ganjar, di kantornya, Selasa (14/9).

Indikasi penyebab lainnya, kata Ganjar, dipengaruhi vaksinasi yang belum tinggi. Karena itu, politisi PDIP ini meminta agar tiap daerah bisa menghabiskan stok vaksin yang diterima dalam sehari. Dia pun menegaskan, vaksinasi itu tidak sulit. "Hanya butuh satu aja: mau. Nanti kalau cepat (vaksinasinya), aman," tegasnya.

Bupati Brebes, Idza Priyanti ogah disalahkan. Kata dia, penyebab daerahnya kembali masuk kriteria PPKM level 4 bukan karena ledakan kasus Corona. Namun, lebih karena kesalahan teknis. Yaitu, terjadi akumulasi jumlah kematian dan kasus positif Corona pada tiga bulan lalu ke awal September ini. Data tersebut sebelumnya delay .

Idza menerangkan, dalam laporan ke Pemprov Jawa Tengah, tercatat angka kematian periode 7-13 September sebanyak 90 orang. Kemudian, kasus positif tertera angka 152 orang. Hal ini bukanlah angka sebenarnya. Tapi akumulasi dari Juni, Juli sampai Agustus. "Data bulan-bulan itu baru masuk bulan September," kata Idza, di rumah dinasnya, kemarin.

Di lapangan, kata dia, Brebes sudah masuk PPKM level 3. Keterisian tempat tidur di rumah sakit tinggal 5 persen. Jumlah pasien yang meninggal 4 orang, berbeda dengan data yang masuk ke Pemprov yaitu 90 orang.

Karena itu, ia akan segera melakukan klarifikasi dan validasi data terkait Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 42/2021 yang mulai berlaku kemarin. Ia mengaku sudah memanggil Direktur 14 RS negeri dan swasta bersama petugas entri data untuk klarifikasi.

Atas fenomena ini, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito berpesan agar masyarakat tetap waspada, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Agar kita tidak mengalami lonjakan ketiga dalam beberapa bulan ke depan," ucap Wiku, dalam konferensi pers, kemarin.

Dia pun mengingatkan, beberapa negara sudah mengalami gelombang ketiga. Indonesia baru dua kali melalui gelombang pandemi. "Tugas besar kita adalah memperbaiki kurva yang melandai ini," sambung dia.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut mewanti-wanti, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk tidak kebablasan dalam merelaksasi dan melaksanakan kebijakan transisi pandemi. Zubairi menilai, kondisi pandemi masih sangat fluktuatif dan dinamis. Ia tidak ingin perilaku-perilaku tak waspada akibat relaksasi justru malah membuat Indonesia masuk dalam jurang hiperendemi Covid-19.

"Saya rasa situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Ya, syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi," tulisnya, di akun Twitter @ProfesorZubairi , kemarin. [BCG]

Artikel Asli