“Commitment Fee" Formula E Dibebankan ke Sponsor

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:09
“Commitment Fee" Formula E Dibebankan ke Sponsor

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menggelar kompetisi balap Formula E pada bulan Juni 2022 mendatang. Terkait pembayaran biaya komitmen (commitment fee) selama lima musim 2020-2024, pembiayaannya dibebankan ke anggaran daerah dan sponsor swasta.
"Rencana turnamen Formula E telah disiapkan dengan matang sesuai aturan yang berlaku. Nanti tidak hanya dibebankan dari APBD, bahkan nanti dibebankan ke swasta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui di Balai Kota DKI, Selasa (14/9).
Riza mengatakan pihaknya akan berkomitmen untuk menunaikan kesepakatan yang tertuang dengan Formula E Limited. Bahkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta juga ditindaklanjuti untuk menggelar ajang itu agar tertib administrasi dan penganggaran.
"Pokoknya formula E sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Commitment fee kewajiban sudah dipenuhi persiapan sudah diatur sedemikian baiknya," ujarnya.
Berdasarkan MoU dengan Formula E Limited, Pemprov DKI wajib menyetor uang selama lima sesi. Rinciannya, sesi 2019/2020 sebesar 20.000.000 poundsterling, sesi 2020/2021 sebesar 22.000.000 poundsterling, sesi 2021/2022 sebesar 24.200.000 pondsterling, sesi 2022/2023 sebesar 26.620.000 poundsterling dan sesi 2023/2024 sebesar 29.282.0000 poundsterling.
Sejauh ini, DKI sudah membayar commitment fee yang dibayarkan tahun 2019 sebesar 20 juta poundsterling atau setara 360 miliar rupiah, pada 2020 sebesar 11 juta poundsterling atau setara 200 miliar rupiah, dan bank garansi sebesar 22 juta poundsterling atau 423 miliar rupiah.

Artikel Asli