DPR Puji Hadirnya Perpres Tentang Pesantren Presiden Beri Kado Hari Santri

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:05
DPR Puji Hadirnya Perpres Tentang Pesantren Presiden Beri Kado Hari Santri

Senayan memuji langkah Presiden Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres itu menjadi kado indah jelang peringatan Hari Santri, 22 Oktober mendatang.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid bilang, penandatangan Perpres itu menunjukkan komitmen Presiden Jokowi dan pemerintah memajukan pesantren.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan keberpihakan dan keadilannya terhadap dunia pendidikan, khususnya pesantren.

Sebelumnya, Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional pada 2015. Kemudian, lahir Undang-Undang Pesantren pada 2019, dan kini diteken Perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Ini harus kita apresiasi, dan PKB akan terus mengawalnya, urai dia.

Gus Jazil menambahkan, sepatutnya seluruh elemen bangsa memberi perhatian besar kepada pesantren. Sebab, pesantren memiliki peran besar bagi dunia pendidikan, kebudayaan, serta kemajuan bangsa, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.

Lahirnya Indonesia tidak lepas dari peran pesantren, para santri dan para kiai. Selama ini, pesantren telah menjadi kekuatan melahirkan kader-kader bangsa yang berakhlaqul karimah. Bangsa ini tak akan berdiri tanpa adanya peran dari kalangan pesantren, tegas dia.

Namun begitu, lanjut dia, kalangan pesantren kurang mendapatkan perhatian yang setara dalam waktu lama. Misalnya, pendanaan yang selama ini dilakukan secara mandiri. Padahal, pesantren memiliki andil yang luar biasa dalam kemajuan bangsa.

Di era pandemi, sistem belajar ala pesantren masih bisa berjalan dengan baik. Ketika yang lainnya harus belajar virtual, pesantren bisa belajar tatap muka, karena sistemnya adalah isolasi.

Berkumpul tapi isolasi. Orang luar tidak bebas masuk. Alhamdulillah, secara umum, sistem belajar di pesantren masih berlangsung lancar dan aman, tandasnya.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi menambahkan, Perpres tersebut mewajibkan pemerintah menyediakan anggaran pesantren serta pembentukan dana abadi pesantren yang bersumber dari dana pendidikan.

Hadirnya Perpres tersebut menyusuli Undang-Undang Pesantren yang disahkan dua tahun lalu. Hal ini merupakan kehadiran negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren, ujarnya.

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren untuk mencetak lulusan santri yang kompetitif.

Hal tersebut juga seiring dengan hadirnya Perpres No. 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren.

Perpres pendanaan pesantren bentuk komitmen Presiden Jokowi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan pesantren, kata Moeldoko saat meninjau sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Jawa Timur, kemarin. [ONI]

Artikel Asli