Dibanding Negara Lain Syukur, Penanganan Covid Di Indonesia Lebih Baik...

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:10
Dibanding Negara Lain Syukur, Penanganan Covid Di Indonesia Lebih Baik...

Presiden Jokowi bersyukur lantaran terjadi penurunan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Torehan Indonesia saat ini lebih baik dari negara-negara di Asia Tenggara.

Persentase kasus harian kita sebesar 13,6 kasus harian per 1 juta, jauh di bawah negara-negara tetangga di ASEAN, ujar Jokowi, kemarin.

Jumlah kasus harian di Tanah Air sudah menurun drastis. Pada 15 Juli, Indonesia melaporkan sekitar 56 ribu kasus sehari. Pada 13 September, tambahan kasus baru hanya 2.577 kasus.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mensyukuri tingkat keterisian rumah sakit yang saat ini hanya berada di angka 13,8 persen. Begitu pula dengan positivity rate harian sebesar 2,64 persen, dengan tingkat kesembuhan 94,03 persen.

Alhamdulillah, kasus Covid-19 terus menunjukkan tren penurunan. Kita sangat optimistis, tetapi kita juga tetap selalu waspada, wanti-wantinya.

Jokowi bilang, kesehatan adalah prioritas pemerintah. Sedangkan ekonomi, adalah keharusan. Karena itu, pemerintah mulai membuka kegiatan perekonomian sedikit demi sedikit dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.

PPKM dengan kriteria level 1 sampai dengan 4 dimaksudkan agar gas dan rem sesuai kondisi setempat dan terkini.

Pemerintah melakukan sejumlah uji coba dan membolehkan buka dengan aturan dan protokol ketat, imbuh mantan Wali Kota Solo ini.

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklaim, Indonesia memperoleh banyak pujian dari negara lain atas penurunan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Tanah Air.

Pujian itu disampaikan sejumlah tokoh kesehatan negara lain saat mereka mengadakan pertemuan G20 di Roma, Italia, pada 5-6 September lalu.

Kendati mendapat pujian, Budi juga menyampaikan, kasus Covid-19 di Indonesia sangat fluktuatif. Tak menutup kemungkinan, lonjakan kasus Covid-19 ketiga akan terjadi lagi dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu, eks Direktur Utama Bank Mandiri itu mengingatkan semua pihak tidak lengah dan lelah dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Meski pemerintah melakukan relaksasi kebijakan di sektor sosial ekonomi, masyarakat diharapkan tetap membatasi mobilitas mereka.

Kita sempat dicela banyak orang, tapi sekarang yang mencela kita kena juga. Kalau saya lihat, negara yang sudah vaksinasi tinggi seperti Israel, jumlah kasus saat ini lebih tinggi dari wave sebelumnya, tandasnya. [DIR]

Artikel Asli