Aturan Baru saat Pandemi, Umrahnya 10 Hari, Karantina 11 Hari

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:05
Aturan Baru saat Pandemi, Umrahnya 10 Hari, Karantina 11 Hari

JAKARTAKementerian Agama (Kemenag) sedang menggodok regulasi pelaksanaan umrah di tengah pandemi. Di antara alternatif skenarionya adalah penerbangan terpusat di bandara Soekarno-Hatta. Kemudian jamaah menjalani karantina terpusat di asrama haji Bekasi selama sebelas hari.

Perincian karantina terpusat di asrama haji itu tiga hari sebelum keberangkatan dan delapan hari setelah kepulangan. Kemenag membahas usulan skema umrah tersebur bersama pihak-pihak terkait. Di antaranya dengan sejumlah asosiasi travel umrah. Sayangnya asosiasi travel umrah kurang setuju dengan usulan Kemenag tersebut.

Masak paket umrahnya 10 hari saja. Terus karantinanya di Indonesia 11 hari. Jadi lebih lama karantinanya, kata Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umdah dan Haji (AMPUH) Indonesia Wawan Suhada yang juga ikut rapat bersama Kemenag. Dia berharap ada kelonggaran waktu karantina tersebut. Minimal tidak perlu dicantumkan kewajiban karantina tiga hari sebelum berangkat umrah.

Menurut dia karantina sebelum keberangkatan cukup sesuai dengan keluarnya hasil PCR saja. Tidak perlu diatur minimal tiga hari. Kemudian soal karantina delapan hari setelah kepulangan, Wawan mengatakan adanya skema karantina di asrama haji bisa sedikit meringankan ketimbang tidur di hotel.

Tetapi dengan adanya ketentuan penerbangan umrah hanya di bandara Soekarno-Hatta, berpotensi menimbulkan biaya tambahan. Khususnya bagi jamaah dari luar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebab mereka harus keluar ongkos transportasi lagi untuk menuju ke bandara Soekarno-Hatta. Namun Wawan mengatakan usulan dari Kemenag itu masih belum final. Dia berharpa nanti bisa diambil keputusan terbaik dan tetap menjaga kesehatan jamaah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi ada tiga isu dasar yang mereka bahas. Yaitu soal suspend penerbangan oleh Saudi, vaksinasi, dan protokol kesehatan. Dia mengatakan nantinya aturan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah harus dipatuhi oleh semua pihak. Termasuk oleh jamaah dan travel umrah.

Di masa pandemi, saya mengusulkan agar umrah dilakukan satu pintu, katanya. Misalnya pemberangkatan umrah hanya dari bandara Soekarno-Hatta saja. Kemudian Kemenag menyiapkan asrama haji Bekasi untuk tempat karantina terpusat. Asrama haji Pondok Gede Jakarta tidak bisa digunakan untuk menampung calon jamaah umrah, karena dipakai sebagai rumah sakit darurat Covid-19. (wan/JPG/r6)

Artikel Asli