Mahasiswa UMM Hadirkan Smart Garden Permudah Petani Taoge

republika | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:01
Mahasiswa UMM Hadirkan Smart Garden Permudah Petani Taoge

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat bernama Smart Garden. Alat ini bertujuan untuk mempermudah produksi taoge bagi para petani.

Salah satu anggota tim, Fadhilah Mileanasari menceritakan, ketertarikannya pada budidaya taoge berawal dari acara memasak rawon bersama teman-temannya. Saat itu Dhila, sapaan akrabnya, sangat kesusahan mencari taoge untuk bahan pelengkap rawon.

"Dari kejadian itu saya mengetahui bahwa proses pembuatan taoge lumayan rumit," kata Dhila dalam pesan pers yang diterima Republika, Rabu (15/9).

Sebagaimana diketahui, beberapa masakan khas Indonesia seperti rawon dan pecel membutuhkan taoge sebagai bahan pelengkap. Namun sedikit orang yang mau membudidayakan taoge karena prosesnya yang rumit. Selain itu taoge lebih cepat layu dibanding sayuran lain sehingga para pedagang tidak mengambil banyak taoge dari pembudidaya.

Melihat situasi tersebut, Dhila bersama teman-temannya mencoba menghadirkan alat Smart Garden. Berbeda dari Smart Garden yang telah ada, alat yang diproduksi mahasiswa Teknik Elektro dan Informatika ini dilengkapi oleh Internet of thing (IoT) dengan sistem pemberitahuan Telegram.

Menurut Dhila, Smart Garden bekerja untuk menyesuaikan suhu serta kelembapan dengan menggunakan sensor ds18b20 dan yl69. Ketika dihidupkan, secara otomatis alat ini akan melakukan penyiraman pada bibit kacang hijau. Kemudian mempertahankan suhu serta kelembapan di atas 40 persen.

Dilengkapi dengan kamera dan IoT membuat para pembudidaya hanya perlu memantau kondisi taoge melalui ponsel. Hal ini karena semua informasi dan gambar mengenai perkembangan taoge akan dikirim lewat Telegram.

photo
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat bernama Smart Garden - (Humas UMM)


Pada budidaya konvensional, para pembudidaya harus membuka tutup tempat taoge untuk melakukan penyiraman. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas taoge yang dihasilkan. Selain itu, para petani juga kurang mengetahui suhu dan kelembapan yang bagus untuk perkembangan taoge.

"Karena hal tersebut, alat ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas taoge serta membuat siklus panen menjadi lebih cepat, ungkap mahasiswa asal Palangkaraya tersebut.

Saat ini, Smart Garden telah digunakan oleh mitra tim yaitu kelompok tani budidaya taoge selama satu bulan dan mendapat hasil yang positif. Pada pembuatan alat ini, Dhila ditemani oleh empat anggota lainnya yaitu Bellina Rahmamaulida Adeyani, Fia Anisa, dan Putri Khalifah Hilaliyah dari Teknik Elektro serta Wien Nurul Dewani dari prodi Informatika.

Dhila berharap alatnya akan terus mendapatkan perbaikan agar dapat meningkatkan kualitas serta kapasitas. "Kami juga berencana untuk mengajukan Hak kekayaan intelektual (HaKI) pada Smart Garden ciptaan kami, jelasnya.


Artikel Asli