MAKI Desak Kepolisian Selidiki Oknum Pejabat Kemenkumham Diduga Bantu Adelin Lis Kabur

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 07:00
MAKI Desak Kepolisian Selidiki Oknum Pejabat Kemenkumham Diduga Bantu Adelin Lis Kabur

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkapkan keterlibatan oknum di Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM dalam pembuatan paspor buronan Adelin Lis. Sehingga terpidana kasus pembalakan liar itu bisa kabur ke luar negeri.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menyebut oknum yang terlibat itu berinisial S. Ia diduga membantu Adelin Lis mengubah nama di paspor menjadi Hendro Leonardi. Dengan menggunakan nama ini, Adelin lolos dari pencekalan.

Jadi istilahnya paspor itu kan aspal: asli tapi palsu. Paspornya asli tapi keterangan di dalamnya palsu atau tidak benar, kata Boyamin.

Perubahan nama ini dilakukandi Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Saat Adelin mengurus paspor pada 2008, S menjabat Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Kini, S diketahui menduduki jabatan strategis di Kemenkumham.

Kantor Imigrasi Kelas I Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Utara lalu menerbitkan paspor bernomor A5947562 atas nama Hendro Leonardi. Berlaku 2 Juli 2008 sampai 2 Juli 2013.

Paspor ini merupakan penggantian atau perpanjangan dari paspor sebelumnya atas namaHendro Leonardi nomor S250857. Nah, paspor ini juga penggantian atau perpanjang dari paspor bernomor nomor M254039 atas nama Adelin Lis. Paspor yang berlaku sejak 30 April 2002 sampai 30 April 2007 diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia.

Boyamin mendesak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap oknum yang membantu pelarian Adelin Lis. Perbuatan ini bsa dijerat Pasal 263 maupun 266 KUHP.

Ia mencurigai ada suap menyuap dalam pembuatan paspor Adelin Lis dengan nama berbeda ini. Karena ini membantu buronan. Yang tidak membantu buruan aja tetap diproses pemalsuan, apalagi ini membantu buron, tandas Boyamin.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara belum bisa berkomentar mengenai dugaan keterlibatan oknum membantu buronan. Saya perlu konfirmasi dulu terkait info ini. Nanti saya update jika sudah ada kabar, janjinya.

Sebelumnya, Arya mengakui Ditjen Imigrasi menerbitkan tiga paspor untuk Adelin Lis semasa menjadi buronan kasus pembalakan liar. Paspor diterbitkan dengan nama Hendro Leonardi.

Menurutnya, penerbitan paspor tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari proses penyerahan berkas persyaratan, pemeriksaan berkas, wawancara, pengambilan sidik jari dan foto diri.

Yang bersangkutan juga telah melampirkan serta menunjukkan dokumen yang menjadi syarat permohonan baik yang asli maupun fotokopi kepada petugas, ujar Arya.

Untuk pembuatan paspor atas nama Hendro Leonardi, Adelin Lis menyertakan surat pernyataan ganti nama dan beberapa kartu identitas lain seperti KTP, surat bukti perekaman KTP elektronik, kartu keluarga (KK) dan Akte Lahir.

Pembuatan paspor dengan nama berbeda bisa dilakukan lantaran saat itu belum ada integrasi data dari kantor-kantor imigrasi. Data pemohon paspor hanya tersimpan secara manual di server kantor setempat dan tidak terekam di Pusat Data Keimigrasian, dalih Arya.

Nah, sejak 2009 diterapkan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Yang mengintegrasikan data dari semua kantor imigrasi.

Adelin Lis yang telah buron 13 tahun akhirnya bisa diboyong dari Singapura, pada 19 Juni 2021. Selama buron, raja kayu Sumatera Utara itu beberapa kali membuat paspor.

Sesuai putusan Mahkamah Agung (MA), bos PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia itu harus menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.

Selain itu, membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar plus 2,9 juta dolar AS. Adelin Lis terbukti melakukan pembalakan hutan kawasan Mandailing Natal, Sumatera Utara. [BYU]

Artikel Asli