Hujan Lebat Disertai Petir Bakal Guyur Jakarta Warga Ibu Kota Waspada Kena Banjir Dan Longsor

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 06:55
Hujan Lebat Disertai Petir Bakal Guyur Jakarta Warga Ibu Kota Waspada Kena Banjir Dan Longsor

Warga Ibu Kota kudu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan longsor hingga 20 September 2021. Sebab, cuaca ekstrem diramal terjadi di DKI Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan DKI Jakarta sebagai salah satu wilayah dengan status level siaga banjir. BMKG memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, angin kencang sampai 20 September 2021 di 27 provinsi, salah satunya di DKI Jakarta, tulis akun instagram resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI Jakarta @dkijakarta , kemarin.

Dengan adanya peringatan cuaca buruk tersebut, Pemprov DKI meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga juga bisa memantau kondisi genangan banjir di sekitar wilayah tempat tinggal lewat aplikasi Jakarta Kini.

Bagi kamu yang menemukan genangan atau banjir bisa segera lapor melalui fitur JakLapor, ajak akun @dkijakarta .

Menurut Pemprov DKI, laporan warga terkait titik banjir bisa memberikan informasi awal petugas untuk melakukan tindak lanjut mitigasi bencana.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menerangkan, level siaga ditetapkan berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF- impact based forecast ) oleh BMKG. Ada empat provinsi berstatus siaga bencana. Selain Jakarta, BMKG menyebutkan Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem, terjadi hingga tiga hari ke depan, kata Guswanto, Selasa (14/9).

Selain itu, papar Guswanto, terdapat potensi fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin. Fenomena itu terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

Untuk diketahui, MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia, maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia. Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Kondisi tersebut juga didukung oleh masih tingginya kelembaban udara di sebagian besar wilayah di Indonesia hingga seminggu ke depan, ungkap Guswanto.

Berdasarkan kondisi tersebut, paparnya, BMKG memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, angin kencang dalam periode 13-20 September 2021.

Nggak Ada Anggaran

Ketua Komisi DDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmudah meminta Pemprov melakukan upaya pencegahan banjir.

Saya beberapa hari lalu bicara dengan Pak Sekda agar mengintruksikan ke Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan antisipasi. Salah satunya menguras atau melakukan perbaikan got-got padat penduduk, ujar Ida di Jakarta, kemarin.

Menurut Ida, banjir di pemukiman padat, lama surutnya sehingga saluran air di wilayah itu perlu mendapatkan perhatian.

Ida mengakui, perbaikan got membutuhkan biaya. Sementara, anggaran sudah terkuras untuk berbagai kegiatan. Solusinya, Pemprov DKI perlu mencari anggaran lain yang tidak mendesak dialihkan untuk kebutuhan tersebut.

Anggota Komisi DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar, Judistira Hermawan menilai, peringatan BMKG perlu menjadi perhatian serius. Apalagi, saat ini sudah masuk musim hujan.

Kita semua harus harus siaga, kata Judistira.

Dia meminta, Dinas SDA harus memastikan kesiapan rumah pompa dan pompa portable berfungsi dengan baik. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga harus siaga sejak dini sehingga jika terjadi bencana cepat melakukan evakuasi. [OSP]

Artikel Asli