Bisa Dimanfaatkan Untuk Banyak Industrii Wow, 5G Dapat Kerek PDB Capai Rp 18.519 T

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 06:45
Bisa Dimanfaatkan Untuk Banyak Industrii Wow, 5G Dapat Kerek PDB Capai Rp 18.519 T

Kehadiran generasi kelima layanan internet ( Fifth Generation /5G) bakal memberikan dampak signifikan untuk perekonomian. Sebab, teknologi teranyar itu bisa dimanfaatkan untuk menopang kinerja banyak industri.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menyebutkan, keberadaan 5G bisa menambah Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1,3 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 18.519,7 triliun. Menurutnya, 5G bisa digunakan untuk penggunaan drone di industri pertambangan atau operasi bedah jarak jauh di rumah sakit.

Bisa dibilang, di Indonesia keberadaan ahli bedah terbatas jumlahnya dibandingkan luas wilayah. Untuk itu 5G bisa jadi remote surgery , jelas Ririek dalam CNBC Indonesia Tech Conference 2021, Selasa (14/9).

Untuk mencapai hal itu, papar Ririek, teknologi itu perlu didukung konektivitas dan kolaborasi operator 5G dengan mitra yang memiliki solusi. Baik dalam artificial intelligence, machine learning atau edge computing .

Dia menyebutkan, hingga kini, secara global sudah ada 176 operator telekomunikasi di 72 negara yang menerapkan teknologi 5G. Sementara di Indonesia, baru ada tiga operator yang sudah menerapkan teknologi 5G. Salah satunya anak usaha Telkom, yakni Telkomsel.

Dan, sejauh ini Indonesia belum menggunakan spektrum frekuensi yang seharusnya.

Kita menggunakan spektrum yang belum sampai 100 mhz ( megahertz ). Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita bisa mengoperasikan full scale, imbuh Ririek.

Dari sisi konsumen teknologi 5G, lanjutnya, masih perlu dikembangkan. Karena, belum tercapai skala ekonomi bisnis yang menguntungkan ( economic scale ).

Meski begitu ia meyakini, secara umum Indonesia sebenarnya sudah siap dalam menyerap teknologi 5G. Apalagi pengguna gadget meningkat dua kali lipat di masa pandemi ini.

Begitupun adopsi digital. Pandemi ini sudah mengakselerasi adopsi digital 5-7 tahun lebih cepat, ucap eks Bos Telkomsel ini.

Dia mengungkakan, Kementerian BUMN telah mencanangkan masterplan yang di dalamnya terkandung transformasi secara masif. Transformasi tersebut memiliki lima prioritas, salah satunya adalah inovasi teknologi, termasuk teknologi digital dan 5G.

Terpisah, peneliti teknologi informasi Information Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menilai, Indonesia sudah siap menerima teknologi 5G. Karena itu, dia berharap, Telkom sebagai perusahaan milik negara, memperkuat akses internet masyarakat. Sehingga Indonesia tidak akan tertinggal oleh negara lain.

Saya yakin dengan kontribusi Telkom termasuk anak usahanya, Telkomsel. Pasti mampu mengoptimalisasi hal ini, ujar Heru, kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Khususnya di tengah pandemi saat ini, menurutnya, teknologi bisa turut menggerakkan ekonomi. Terutama dari sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang masih menjadi andalan Pemerintah untuk mengerek pertumbuhan ekonomi. Serta, untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang Work From Home (WFH) serta kalangan pelajar yang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Seperti diketahui, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggelar jaringan 5G, setelah mendapatkan sertifikat Uji Layak Operasi (ULO) dari Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika). Namun di tahap awal, jaringan 5G Telkomsel hanya bisa dinikmati secara terbatas dan bertahap di enam lokasi residensial di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Serta di kota-kota lain seperti Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Makassar, dan Bandung.

Heru mengingatkan Pemrintah untuk mengembangkan ekosistem penunjang industri 5G seperti internet of things , kecerdasan buatan, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), maupun blockchain . Sehingga, pemanfaatan 5G bisa optimal.

Selain itu, Telkom harus terus memperkuat jangkauan layanan 5G ke seluruh pelosok negeri.

Sebelumnya, Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Denny Setiawan mengatakan, Pemerintah mendukung penuh upaya operator dan seluruh sektor industri telekomunikasi, untuk mengembangkan layanan 5G di Indonesia. Terutama dalam mewujudkan layanan 5G yang prima di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi lintas sektoral. Baik pemerintah, BUMN maupun swasta, demi terwujudnya layanan 5G yang benar-benar 5G.

Bukan 5G tapi rasa 4G, 3G, apalagi 2G, sentil Denny dalam diskusi Menyambut Era 5G secara virtual di Beritasatu TV, Kamis (26/8). [DWI]

Artikel Asli