Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (3)

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 06:00
Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (3)

Dalam kasus lain, mungkin data-data surveynya diperoleh secara valid secara akademik, tetapi kasilnya didramatisir sedemikian rupa untuk memojokkan kelompok tertentu, maka hal seperti ini sesungguhnya dapat digolongkan sebagai Religious-Hate Speech (RHS) karena menimbulkan kebencian dan kekecewaan pada kelompok tertentu. Contohnya, sebuah Web dalam media social pernah mengungkapkan ormas Islam tertentu paling banyak melahirkan kelompok radikal dan teroris. Dalam Web lain pernah memuat fenomena homoseks di Pondok Pesantren. Web lain juga pernah memuat ada yayasan dari agama berbeda di belakang sejumlah kelompok sempalan (baca: Aliran sesat). Yayasan ini memberikan dukungan dana terhadap berbagai kegiatan kelompok sempalan itu. Dalam skala global, mantan Dubes Israel di AS pernah menulis sebuah buku tebal mengungkapkan aliran dana kepada teroris internasional dari salahsatu negarabesar di Timur-Tengah. Pengungkapan data-data seperti ini sangat riskan untuk menimbulkan ketegangan, karena itu dapat dikategorikan ke dalam RHS.

Selama dasawarsa terakhir banyak sekali kelompok melakukan survey terhadap venomena kehidupan beragama, khususnya fenomena kelompok radikalisme agama. Bermacam-macam tujuan dan motif survey tersebut. Ada untuk kepentingan akademik seperti tesis atau disertasi, ada untuk kepentingan kebijakan pemerintah, dan ada untuk proyek NGO, dll. Survey atau penelitian terhadap sebuah fenomena keagamaan adalah wajar tetapi jika tujuan survey itu tendensius, misalnya untuk menunjukkan data-data kuantitatif guna menunjukkan kelemahan kelompok agama atau aliran tertentu, apalagi dengan mempermainkan metodologi survey, misalnya merekayasa sampel dan informen, maka di sini muncul problem yang bisa dikategorikan sebagai bentuk lain dari Religious-Hate Speech (RHS).

Artikel Asli