Kasus Korona Melandai, Mataram Segera Tutup Rumah Sakit Darurat

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 05:23
Kasus Korona Melandai, Mataram Segera Tutup Rumah Sakit Darurat

MATARAM-Kondisi penularan Covid-19 di Kota Mataram benar-benar mulai landai. Kondisi ini dibuktikan dengan rencana ditutupnya dua hotel yang dijadikan sebagai RS Darurat penanganan pasien Covid-19.

Untuk saat ini pasien yang ada di dua hotel yakni Hotel Nutana dan Hotel Fizz kosong. Karena dua pasien terakhir sudah dipulangkan (karena kondisinya membaik), terang Koordinator RS Darurat dari RSUD Kota Mataram Hermanto kepada Lombok Post, kemarin (14/9).

Sejak beberapa minggu lalu, kondisi hunian di RS darurat memang sudah mulai menurun. Jika sebelumnya hunian selalu berada di angka puluhan atau belasan orang, beberapa hari terakhir RS Darurat hanya di isi dua sampai tiga orang.

Tiga hari lalu pasien di Nutana sudah kosong. Kemarin di Fizz masih ada sisa dua, tetapi mereka sudah dipulangkan. Jadi hari ini (kemarin, Red) sudah kosong, jelasnya.

Dengan kondisi kasus penularan Covid-19 yang kian landai, Hermanto mengatakan, rencananya RS Darurat di Hotel Nutana dan Fizz juga bakal ditutup.

Lantas bagaimana kalau ada warga yang masih terkonformasi positif Covid-19? Pemkot dikatakannya masih menyiapkan lokasi terpusat di Hotel Grand Inn. Itu dibawah komando pihak Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Tak hanya di hotel yang menjadi RS Darurat yang kini kosong. Di RSUD Kota Mataram, hunian pasien Covid-19 juga terus menurun. Alhamdulillah, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saat ini memang jauh mengalami penurunan, jelas Ketua Satgas Covid-19 RSUD Kota Mataram dr. Hj Eka Nurhayati.

Di ruang isolasi IGD RSUD Kota Mataram yang semula merawat 30-40 orang, kini tersisa hanya 11 orang. Kemudian di ruang isolasi Covid hanya empat orang tersisa. Padahal awalnya beberapa ruangan ini overload.

Kondisi BOR semakin rendah. Kemudian ketersediaan oksigen di RSUD juga surplus. Jadi Alhamdulillah kondisinya memang semakin membaik, terang Dokter Eka, sapaannya.

Namun dengan kondisi yang semakin membaik, Dokter Eka berharap masyarakat tidak kemudian lalai dengan kondisi pandemi. Masyarakat diimbaunya tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

InsyaAllah kalau kita tetap taat Prokes seperti saat ini, kita akan segera menuju level 2 bahkan zona hijau, terang Dokter Eka. (ton/r3)

Artikel Asli