Pakar: Pengusaha Wajib Adopsi Teknologi

republika | Nasional | Published at 16/09/2021 00:05
Pakar: Pengusaha Wajib Adopsi Teknologi

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pandemi Covid 19 telah membatasi aktivitas masyarakat. Bahkan, pandemi juga merenggut mata pencarian jutaan orang di Indonesia. Sebab, dengan adanya pembatasan aktivitas, banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena kesulitan mendapatkan penghasilan.

Hal tersebut terjadi, karena jumlah pengunjung yang mendatangi tempat usahanya terus berkurang padahal pegawai harus tetap dibayar. Semakin lama kondisi pembatasan kegiatan, maka akan semakin sulit bagi sebuah usaha yang mengandalkan lalu lintas kontak fisik untuk bisa bertahan.

Menurut Pakar Transformasi Digital & Tata Kelola Teknologi Informasi, Umar Alhabsyi MT, bagi dunia usaha, tak ada pilihan lain untuk bisa bertahan kecuali beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Salah satunya, adalah mengadopsi teknologi digital untuk kegiatan bisnisnya.

"Karena teknologi ini dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan masyarakat dalam berinteraksi. Kebutuhan masyarakat akan berbagai komoditas itu tetap ada, hanya mereka mengalami keterbatasan akses terhadap penyedia komoditas tersebut," ujar Umar dalam siaran persnya, Kamis (15/9).

Sehingga, kata dia, dengan memanfaatkan teknologi digital, maka penyedia dapat tetap memperoleh penghasilan. Sementara, masyarakat tetap dapat memperoleh komoditas yang dibutuhkannya.

Semua pengusaha, kata dia, harus mengadopsi teknologi digital dalam menyikapi situasi seperti saat ini. Karena, peran teknologi internet dan digital dapat membantu usaha dari berbagai skala, mulai dari efisiensi proses internal hingga kemudahan pelayanan terhadap para pelanggannya.

Teknologi ini, kata dia, tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh yang besar-besar saja, tapi usaha kecil dan menengah juga sangat terbuka jalannya. "Salah satu tantangan yang timbul berikutnya adalah dengan perubahan pola bisnis ke arah digital ini juga menuntut peningkatan skill dan kompetensi dari para pelakunya," katanya.

Umar menilai, keterbatasan interaksi masyarakat di era pandemi ini juga menuntut transformasi digital pula pada dunia pendidikan dan pelatihan. Yakni, bagaimana bisa mempertemukan antara pihak yang memiliki kompetensi ilmu yang dibutuhkan dengan yang membutuhkan tanpa harus berinteraksi secara tatap muka.

Melihat kondisi tersebut, kata dia, PT Millennia Solusi Informatika berusaha memberikan kemudahan dengan membuat platform pelatihan online yang diberi nama Wakool Academy. Umar berharap, platform Wakool Academy ini dapat menjadi jembatan emas antara pihak-pihak yang kompeten dengan pihak-pihak yang membutuhkan kompetensi dengan cepat, mudah, harga terjangkau, serta dapat diakses kapanpun dibutuhkan.

Melalui Wakool Academy, kata dia, pelatihan online dari berbagai kategori seperti pemasaran, digital marketing, pemrograman, manajemen dan berbagai kategori lainnya bisa diakses dengan mudah dari rumah. Yakni, cukup unduh aplikasinya atau buka melalui website https://wakool.academy/ dan berbagai pilihan pelatihan online yang disediakan oleh berbagai mentor yang berpengalaman dapat dipilih.

Selain menguntungkan bagi calon siswa, Wakool Academy juga memberikan keuntungan dan kesempatan besar bagi calon mentor. Untuk yang memiliki skill dan pengalaman yang bisa dibagikan melalui pelatihan online dapat mendaftar ke Wakool Academy dan membuat kelas pelatihan online sendiri.

Artikel Asli