Fakta-Fakta Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia

inewsid | Nasional | Published at 15/09/2021 14:19
Fakta-Fakta Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kasus Covid-19 terus turun di Indonesia. Kegiatan ekonomi mulai menggeliat kembali.

Penambahan kasus harian Covid-19 rata-rata dalam beberapa hari terakhir tak lebih dari 5.000 kasus. Beragam strategi dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Mulai dari gencarnya vaksinasi Covid-19 hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

"Alhamdulillah kasus Covid-19 terus menunjukan tren penurunan. Kita sangat optimis tetapi kita juga tetap harus selalu waspada, kata Jokowi dalam acara UOB Economic Outlook, Rabu (15/9/2021).

Berikut ini fakta-fakta penurunan kasus Covid-19 di Indonesia:

1. Kasus Covid-19 di Indonesia terendah di antara negara ASEAN:

Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat dunia, kasus Covid-19 tak masuk 10 besar yang tertinggi. Kasus harian terus turun dari puncak di tanggal 15 Juli dengan 56.000 kasus menjadi 2.577 kasus pada 13 September 2021.

Sebuah penurunan yang sangat tajam. Presentase kasus harian kita sebesar 13,6 kasus harian per 1 juta. Jauh dibawah negara-negara tetangga kita ASEAN, kata Jokowi.


2. Keterisian tempat tidur di Wisma Atlet menurun drastis

Tingkat keterisian rumah sakit terus turun seiring penurunan kasus Covid-19. Keterisian rumah sakit secara nasional ada di angka 13,8 persen.

Sementera keterisian tempat tidur di Wisma Atlet yang sebelumnya sempat mencapai 92 persen saat ini sudah turun menjadi 7 persen.

Per 12 September 2021, angka positivity rate harian kita di 2,64 persen. Lebih baik dari dunia di angka 8,34 persen. Angka kesembuhan kita 94,03% di atas rata-rata dunia yang 89,59 persen, tuturnya.

3. Angka Covid-19 di Jawa-Bali turun 96 persen

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan angka Covid-19 di Tanah Air terus mengalami perbaikan. Secara nasional bahkan turun hingga 93,9 persen. Sementara di Jawa-Bali turun 96 persen dari puncak kasus Juli 2021.

Luhut mengatakan hal ini dampak dari penerapan PPKM. Yang tidak kalah penting jumlah kasus aktif juga sudah turun dibawah 100.000, kata Luhut, Senin (13/9/2021).

4. Tersisa hanya 3 kabupaten/kota PPKM level 4 di Jawa-Bali

Luhut melaporkan tersisa 3 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM level 4, Senin (13/9/2021). Padahal sebelumnya, sebanyak 11 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 4 per 5 hingga 13 September 2021.

Pemerintah akhirnya berhasil menurunkan Bali kepada PPKM level 3. Sehingga dari 11 PPKM level 4 pada minggu lalu, pada hari ini berkurang menjadi 3 Kabupaten Kota saja, kata Luhut, Senin.

Artikel Asli