Rawan Penyelewengan, Kepala Sekolah di Bondowoso Diwanti-Wanti Tak Salahgunakan Dana Bos

jatimtimes.com | Nasional | Published at 15/09/2021 14:23
Rawan Penyelewengan, Kepala Sekolah di Bondowoso Diwanti-Wanti Tak Salahgunakan Dana Bos

JATIMTIMES - Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak menyalahgunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Salah satunya dengan tidak memberikan uang kepada siapapun di luar peruntukan, tak terkecuali kepada pejabat.

"Dana BOS tidak boleh dijadikan sangu (saku; red) pejabat yang monev ke sekolah. Yang bertanggung jawab kepala sekolah. Jangan sampai kepala sekolah jadi korban kalau ada pemeriksaan," tegasnya, saat memberikan pembinaan penggunaan dana BOS terhadap puluhan kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Aula SKB, Kelurahan Badean, Rabu (15/9/2021).

Wabup meminta kepala sekolah melapor jika ada pejabat meminta sangu saat monev melalui nomor pribadinya. Dia pun menegaskan agar kepala sekolah tak takut untuk menyampaikan kebenaran. Karena pihaknya memastikan untuk memberi jaminan kepada kepala sekolah yang membuat aduan dan tidak akan dilakukan mutasi

"Tadi wes tak kei contact person (tadi sudah saya kasih nomor kontak; red)," jelas Ketua DPC PDI Perjuangan tersebut saat dikonfirmasi.

Menurutnya, penggunaan dana BOS harus fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu juga harus sesuai dengan Permendikbud nomor 6 Tahun 2021.

Dalam Permendikbud nomor 6 Tahun 2021 (Pasal 12), sekolah menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah meliputi komponen:

1. Penerimaan Peserta Didik baru;
2. Pengembangan perpustakaan;
3. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler;
4. Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran;
5. Pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah;
6. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan;
7. Pembiayaan langganan daya dan jasa;
8. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah;
9. Penyediaan alat multimedia pembelajaran;
10. Penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi keahlian;
11. Penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan; dan/atau;
12. Pembayaran honor.

Sementara dalam Pasal 21 tentang pengelolaan Dana BOS Reguler poin (g), tim BOS Sekolah dilarang membiayai kegiatan dengan mekanisme iuran.

"BOS itu harus dikelola dengan benar sesuai dengan peruntukan sebagaimana diatur dalam Juklak Juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis)," imbau Wabup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembinaan penggunaan dana BOS tersebut akan berlangsung selama enam hari. Mulai hari ini, 15 hingga 17 September dan 20 hingga 22 September. Total ada sekitar 540 lembaga SD dan SMP di Bondowoso yang terlibat.

Setiap harinya, pembinaan penggunaan dana BOS di Bondowoso tersebut dibagi menjadi dua sesi, kecuali Jumat hanya satu sesi. Setiap sesi menghadirkan 50 kepala sekolah. Wabup Bondowoso juga diminta memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.

Artikel Asli