Program Sekolah BRIDGE Bertemu Perwakilan Disdik dan Kemenag

republika | Nasional | Published at 15/09/2021 14:25
Program Sekolah BRIDGE Bertemu Perwakilan Disdik dan Kemenag

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia menyelenggarakan rapat dengan stakeholder di dunia pendidikan Tanah Air, seperti perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Kantor dan Kantor Wilayah Kementerian Agama di 18 provinsi yang menaungi 195 sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang terlibat dalam program BRIDGE. Pertemuan menyoroti pentingnya para stakeholder berkontribusi mendukung suksesnya program BRIDGE.

Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Luke Brown, Counsellor dan Juru Bicara Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Selanjutnya, Direktur Eksekutif Asia Education Foundation (AEF) Hamish Curry, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih beliau atas dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan program kemitraan sekolah bilateral ini.

"Peran pemerintah daerah, penting dalam mendukung keberlanjutan Program Kemitraan Sekolah BRIDGE yang telah berlangsung lama," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (15/9).

Salah satu pembicara, Profesor Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA, menyampaikan presentasi membangun koneksi global dalam pendidikan. Dalam paparannya, Profesor Eko menekankan pentingnya sekolah dan madrasah dalam mempersiapkan siswanya menjadi warga negara dunia yang aktif dan berpengetahuan luas.

"Ini dapat dilakukan dengan cara-cara inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkolaborasi dengan komunitas global yang lebih luas," ujar Profesor Eko.

photo
Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia menyelenggarakan rapat dengan stakeholder di dunia pendidikan Tanah Air, seperti perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Kantor dan Kantor Wilayah Kementerian Agama di 18 provinsi yang menaungi 195 sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang terlibat dalam program BRIDGE. - (Kedutaan Besar Australia)

Program BRIDGE menghubungkan sekolah dan madrasah di Indonesia dengan sekolah-sekolah di Australia. Sejak dimulainya pada tahun 2008, Program Kemitraan Sekolah BRIDGE telah membentuk lebih dari 195 kemitraan sekolah. Sebagai bagian Program BRIDGE, setiap kemitraan (melalui guru-guru terpilih) mendapatkan akses ke berbagai pembelajaran profesional dan kegiatan-kegiatan dukungan lainnya. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas pendidik dari segi pedagogi, teknologi informasi dan komunikasi, serta pembelajaran interkultural.

Ini merupakan kali kedua Program BRIDGE mengadakan Kegiatan Rapat Pemangku Kepentingan dalam Pendidikan secara virtual. Di akhir tahun 2020, Program BRIDGE menghadirkan para pengawas sekolah dan madrasah untuk kegiatan serupa dalam mengapresiasi dukungan mereka sebagai mentor kepada sekolah/madrasah dan penghubung dengan pemerintah daerah. Sebagai kelanjutan, Program BRIDGE berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di tahun 2022.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan diimplementasikan oleh Asia Education Foundation (AEF) di bawah the University of Melbourne, Australia.

BRIDGE merupakan singkatan dari Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia menghubungkan komunitas sekolah di 18 provinsi di Indonesia dan seluruh negara bagian dan teritori di Australia untuk mendukung pembelajaran kolaboratif dan pedagogi melalui kemitraan sekolah internasional. Sejak 2008 hingga 2021, program ini telah menjalin 195 kemitraan sekolah dan mengembangkan kapasitas lebih dari 780 pendidik.

Artikel Asli