Dibuka Plt Gubernur Sulsel, Menparekraf Hadir Bawakan Seminar di Konferensi Penyiaran Indonesia

rakyatku | Nasional | Published at 15/09/2021 13:57
Dibuka Plt Gubernur Sulsel, Menparekraf Hadir Bawakan Seminar di Konferensi Penyiaran Indonesia

RAKYATKU.COM, MAKASAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Konferensi Penyiaran Indonesia 2021 yang digelar secara virtual, Rabu (15/9/2021).

Rangkaian Konferensi Penyiaran Indonesia ini, salah satunya seminar nasional dengan mengangkat tema Mewujudkan Media Komunikasi dan Industri Penyiaran yang Sehat, Tangguh, dan Berbasis Kemanusiaan. Kegiatan ini akan berlangsung dua hari, 15--16 September 2021.

Seminar hasional yang terbagi beberapa sesi ini menghadirkan berbagai narasumber, salah satunya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Konferensi Penyiaran Indonesia diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan bekerja sama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beserta berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi Unhas sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Konferensi Penyiaran Indonesia ini.

"Semoga ini menjadi momentum bahwa dengan kebersamaan ini kita bisa saling menguatkan untuk menghadirkan siaran-siaran yang lebih inovatif dan edukatif untuk masyarakat," kata Andi Sudirman.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini, kata dia, menjadi waktu yang tepat dalam melahirkan berbagai inovasi serta gagasan dalam pemanfaatan teknologi.

"Dalam industri penyiaran ini kita sangat berharap bahwa bagaimana meningkatkan upaya mengedukasi masyarakat melalui Komisi Penyiaran Indonesia dengan menayangkan siaran yang lebih baik lagi kedepan. Mari mendorong bagaimana edukatif memperlihatkan bahwa Indonesia dalam keadaan saling menopang dan memiliki potensi yang luar biasa untuk menghasilkan penyiaran yang lebih edukatif bagi masyarakat kita. Tentu ini akan men-support dan memberikan inspirasi bagi masyarakat di sekitar kita," tambahnya.

Sementara itu, Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pandemi COVID-19 berdampak pada semua sektor, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Keterpurukan sektor pariwisata yang sampai -80 persen dari segi devisa ternyata menyisakan satu harapan di bagian ekonomi kreatif, yaitu sub sektor televisi dan radio yang menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

"Sektor televisi dan radio dan sektor penyiaran mengalami revival, kami melihat bahwa semangat untuk beradaptasi dan inovasi agar dapat bangkit dari pandemi COVID-19, di mana kita terapkan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ternyata teknologi digital dan teknologi informasi dan komunikasi menjadi fenomena yang spektakuler. Pada akhirnya kita harus ciptakan konten yang kreatif, mempersatukan kita dan kita distribusikan informasi yang akurat, terverifikasi dalam bingkai inovasi. Bagaimana informasi tersebut sesuai dengan nilai luhur bangsa dan penyiaran ini," jelasnya.

Sandiaga pun berharap kepada industri media dan komunikasi dan industri penyiaran agar terus berkolaborasi guna menciptakan satu pemikiran luhur di mana sektor penyiaran mendukung pembangunan bangsa dan mendukung terciptanya generasi ke depan yang berakhlakul karimah.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, mengatakan bahwa Komisi penyiaran Indonesia akan selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik yang konstruktif sebagai upaya perbaikan perbaikan kinerja KPI.

"Kami berharap di dalam forum ini para pakar serta pegiat komunikasi dan penyiaran duduk bersama mengkonsolidir gagasan untuk penyiaran yang jauh lebih inovatif dan berkualitas untuk masa depan," tambahnya.

Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan bahwa dalam era informasi ini, media penyiaran menjadi salah satu backbone kehidupan masyarakat global yang perlu terkoneksi satu sama lain melalui informasi yang terkini yang bisa dijangkau luas.

"Kita berharap media komunikasi dan industri penyiaran harus berbasis pada kepentingan publik. Tidak dipengaruhi oleh kepentingan sektoral atau tertentu yang tidak sangat mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan kepentingan kemaslahatan. Dukungan sumber daya manusia yang andal sangat diperlukan untuk terciptanya media komunikasi dan industri penyiaran yang tangguh dan sehat serta berbasis kemanusiaan," bebernya.

Artikel Asli