Biografi Singkat Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama Indonesia

limapagi.id | Nasional | Published at 15/09/2021 13:20
Biografi Singkat Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama Indonesia

LIMAPAGI - Biografi singkat Achmad Soebardjo, seorang Menteri Luar Negeri pertama Indonesia yang menyandang gelar Meester in de Rechten di Universitar Leiden, Belanda tahun 1933.

Achmad Soebardjo lahir di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896. Beliau memiliki nama lahir yaitu Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah serta biografi singkat seorang Pahlawan yang merupakan Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Biografi Singkat Achmad Soebardjo

(wikimedia)

Achmad Soebardjo merupakan putra dari pasangan Teuku Muhammad Yusuf dan Wardinah. Ayahnya merupakan keturunan bangsawan Aceh dari Pidie.

Sedangkan sang ibu, merupakan keturunan Jawa-Bugis, sekaligus anak dari Camat Telukagung, Cirebon. Saat lahir, ayahnya memberi nama Teuku Abdul Manaf, sedangkan sang ibu memberi nama Achmad Soebardjo.

Ayah dari Achmad Soebardjo merupakan seorang Mantri Polisi Pamong Praja di wilayah Teluk Jambe, Karawang.

Nama Djojoadisoerjo diberikan ketika ia dewasa dan saat ia ditahan di penjara Ponorogo karena peristiwa 3 Juli 1946.

Biodata Achmad Soebardo

Nama Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
Panggilan Achmad Soebardjo Tempat dan Tanggal Lahir Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 Wafat Jakarta, 15 Desember 1978 Agama - Orang Tua

Ayah: Teuku Muhammad Yusuf

Ibu: Wardinah

Pasangan - Anak - Gelar Pahlawan Nasional

Masa Kecil dan Pendidikan Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo memulai pendidikan pertamanya di Europeesche Lagere School (ELS) di Kwitang, yang kemudian berpindah di ELS Pasar Baru.

Setelah lulus dari ELS, Achmad Soebardjo melanjutkan pendidikannya di Hogere Burger School (HBS) yang berada di Jakarta hingga tamat pada tahun 1917.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden di Belanda dan lulus dengan mendapatkan gelar Meester in de Rechten (setara dengan Sarjana Hukum) pada tahun 1933.

Perjuangan Achmad Soebardjo

Ketika masih menjadi mahasiswa, Achmad Soebardjo turut ambil peran dalam perjuangan kemerdekaan dan aktif dalam beberapa organisasi, seperti Jong Java (Tri Koro Dharmo) dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda.

Achmad Soebardjo pernah diutus bersama dengan Mohammad Hatta dalam konferensi antar bangsa dan para ahli pergerakan Indonesia Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah yang pertama di Brussels dan kemudian di Jerman pada Februari 1927.

Pada persidangan pertama tersebut, beliau juga bertemu dengan beberapa tokoh nasional, seperti Jawaharlal Nehru serta pemimpin-pemimpin nasionalis yang terkenal dari Asia dan Afrika.

Setelah selesai, Achmad Soebardjo kembali ke Indonesia dan aktif dalam anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Peristiwa Rengasdengklok

(museumnusantara) Peristiwa Rengasdengklok

Pada 16 Agustus 1945, para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh bangsa tersebut tidak terpengaruh oleh Jepang.

Dalam perundingan di sana, Soekarno diyakini oleh para pemuda, bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap apa pun risikonya untuk melawan Jepang.

Perundingan tersebut juga membicarakan tentang kapan akan memproklamasikan kemerdekaan. Setelah berunding, Achmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta.

Di sana, Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda-pemuda dengan taruhan nyawa, bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada 17 Agustus 1945 paling lambat pukul 11.30.

Achmad Soebardjo sebagai Menteri Luar Negeri

Setelah Kemerdekaan Indonesia, pada 18 Agustus 1945, Achmad Soebardjo dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial, yang merupakan kabinet Indonesia yang pertama.

Kemudian antara tahun 1957-1961, Achmad Soebardjo juga pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland.

Akhir Hayat Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penyebabnya akibat flu yang menimbulkan komplikasi pada 15 Desember 1978 di usianya yang ke-82 tahun.

Kemudian jenazahnya dikebumikan di Cipayung, Bogor. Setelah itu Pemerintah Indonesia menetapkan Achmad Soebardjo sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2009.

Itulah biografi singkat Achmad Soebardjo, seorang yang berperan penting dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Artikel Asli