Marak Pembobolan Data, PKS Sindir Kominfo Cuma Bisa Blokir Situs Porno

limapagi.id | Nasional | Published at 15/09/2021 13:45
Marak Pembobolan Data, PKS Sindir Kominfo Cuma Bisa Blokir Situs Porno

LIMAPAGI - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, mendesak pemerintah mengevaluasi serta membenahi tata kelola data dan dunia siber di Tanah Air.

Apalagi, menurut Sukamta, kasus-kasus pencurian data pribadi menuai sorotan masyarakat luas belakangan ini. Dalam masalah ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi dinilainya seperti macan ompong yang tidak bisa menggigit.

Bukan cuma itu, Sukamta bahkan menyindir kementerian pimpinan Johnny Plate tersebut hanya bisa memblokir situs porno.

Aumannya kencang tapi tidak bisa menggigit. Kasus penipuan online, pembobolan jutaan data seperti angin lalu tak jelas arahnya. Kominfo sebatas bisa memblokir situs-situs porno, judi, penipuan, SARA dan lain-lain, kata Sukamta dalam keterangan yang disampaikan ke Limapagi, Rabu 15 September 2021.

Sukamta mengingatkan, sebelumnya ramai terjadi kebocoran data dunia bisnis dan kesehatan. Menurutnya hanya tinggal menunggu waktu terjadi kebocoran-kebocoran yang lainnya.

Ini hanya soal waktu saja, kapan akan terungkap kebocoran datanya, ujar Sukamta.

Dia juga mengaku khawatir dengan informasi kelompok hacker asal China melakukan penyusupan ke server sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Sukamta mewanti-wanti bahwa Indonesia juga tengah menjalin kerja sama penting dengan China di bidang ekonomi.

Indonesia bekerjasama dengan China di bidang ekonomi, namun menjadi aneh ketika data-data strategis di kementerian dan lembaga disasar oleh hacker China. Apakah ini murni peretasan untuk tujuan prestis dan ekonomis bagi nama kelompok hacker ataukah peretasan ini terjadi secara terstruktur dengan tujuan selain ekonomi, katanya.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya ada 10 kementerian dan lembaga yang disusupi hacker asal China, yang menamakan dirinya Mustang Panda. Hal ini terungkap dari laporan Insikt Group.

Mustang Panda adalah kelompok hacker yang melakukan aktivitas mata-mata di internet Asia Tenggara. Insikt menemukan ada malware di dalam jaringan pemerintah Indonesia pada bulan April 2021.

Artikel Asli