Kantor Rimbun Air di Bandung Sepi Pascakecelakaan Pesawat

republika | Nasional | Published at 15/09/2021 13:23
Kantor Rimbun Air di Bandung Sepi Pascakecelakaan Pesawat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Kantor Rimbun Air nomor 188 di Jalan Peta Kota Bandung terpantau sepi pascainsiden pesawat yang membawa bahan bangunan mengalami insiden kecelakaan di Gunung Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9). Tiga orang di dalam pesawat yaitu pilot Mirza, co-pilot Fajar dan teknisi Iswahyudi turut menjadi korban.

Pantauan di lapangan, kantor Rimbun Air berada pada satu gedung yang sama dengan kantor Lionair Parcel dan Istana Poly. Gerbang kantor berwarna cat putih tertutup rapat sehingga tidak dapat masuk dan terlihat sepi aktivitas serta tutup.

Salah seorang petugas parkir di kafe yang berada di sebelah gedung Rimbun Air mengatakan kantor tersebut baru hari ini tutup dan tidak beroperasi. Sebelum-sebelumnya buka dan terdapat aktivitas logistik.

"Baru hari ini tutup, gak tahu kenapa," ujarnya saat ditemui, Rabu (13/9). Ia mengarahkan untuk mengecek bagian belakang gedung yang sering digunakan pegawai untuk masuk ke dalam kantor.

"Coba aja ke belakang, suka banyak yang masuk lewat sana," ujarnya. Saat mengecek ke bagian belakang gedung, terdapat beberapa orang yang keluar masuk dari gerbang gedung berwarna putih.

Selanjutnya, gerbang tertutup rapat. Republika.co.id berupaya mengetuk gerbang agar bisa menemui pegawai Rimbun Air dan meminta keterangan terkait peristiwa kecelakaan tersebut. Namun hingga beberapa kali diketuk tidak ada pihak yang merespons.

Sebelumnya, pesawat Rimbun Air yang dilaporkan hilang kontak pada Rabu (15/9) pagi telah ditemukan di ketinggian 2.400 meter dalam keadaan hancur. Pesawat ditemukan dengan jarak 5-6 km dari Bandara Bilogai ke arah Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengakui pesawat Rimbun Air PK OTW dalam penerbangan Nabire-Sugapa sudah ditemukan. Kondisi pesawat sudah dalam keadaan hancur. "Sangat kecil kemungkinan ketiga kru selamat karena kondisi badan pesawat hancur," katanya.

Artikel Asli