Jokowi: RI Harus Secepatnya Keluar Dari Jebakan Pengekspor Bahan Mentah

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 11:04
Jokowi: RI Harus Secepatnya Keluar Dari Jebakan Pengekspor Bahan Mentah

Presiden Jokowi menegaskan keinginannya, agar Indonesia dapat secepatnya keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi, saat peletakan batu pertama pabrik industri baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia, yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Duta Besar Korea untuk Indonesia Park Tae-sung, President Hyundai Motor Asia Pasific Headquarters, dan CEO PT HKML Batery Indonesia.

SementaraChairman Hyundai Motor Group (HMG) Euisun Chung dan CEO LG Energy Solution Jonghyun Kim hadir secara virtual.

"Strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan pengekspor bahan mentah. Melepaskan ketergantungan pada produk-produk bahan impor, dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan," kata Presiden Jokowi di Karawang New Industrial City, Jawa Barat,Rabu (15/9).

"Sehingga, bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi," imbuhnya.

Jokowi menegaskan, pembangunan pabrik tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah, untuk melakukan hilirisasi industri.

"Era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir. Kita harus berani mengubah struktur ekonomi, yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke industrialisasi. Menjadi negara industri yang kuat, dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," papar Jokowi.

Jokowi menekankan, hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel secara signifikan.

"Jika diolah dengan sel baterai nilainya bisa meningkat sampai 6-7 kali lipat, dan jika diolah jadi mobil listrik maka nilai tambahnya akan meningkat 11 kali lipat," ungkap Presiden Jokowi.

Artinya, pengembangan industri baterai juga akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti investasi motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen penuhmemberikan dukungan dan memberikan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik," ungkap Jokowi.

Pemerintahakan terus menggulirkan reformasi struktural,untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada pelaku usaha dan investor, untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.

"Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara-negara sahabat. Saya berharap, kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan Korea Selatan ini bisa diperkuat. Termasuk,realisasi kerja sama investasi dalamindustri baterai dan kendaraan listrik ini," ujar Jokowi.

Pembangunan pabrik baterai listrik tersebut adalah untuk mendukung pasokan baterai kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Pabrik sel baterai mobil listrik di Karawang milik perusahaan Korsel tersebut, akan dibangun di atas lahan seluas 330 ribumeter persegi.

Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan total 10 GWh sel baterai lithium-ion NCMA setiap tahun, cukup untuk lebih dari 150.000 BEV.

Berdasarkan nota kesepahaman, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan total 1,1 miliar dolar atau sekitar Rp 15,9 triliun.

Hyundai Grup dan LG Energy Solution masing-masing akan memiliki 50 persen kepemilikan saham. [HES]

Artikel Asli