Airlangga Yakini Dampak PPKM Terhadap Ekonomi Hanya Sementara

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 12:29
Airlangga Yakini Dampak PPKM Terhadap Ekonomi Hanya Sementara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyakini dampak pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pada Juli dan Agustus 2021 terhadap perekonomian hanya bersifat sementara.

Ia mencatat, aktivitas manufaktur dan permintaan terhadap pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada Agustus 2021, mulai meningkat.

Dampak PPKM terhadap ekonomi hanya sementara. Sekarang aktivitas manufaktur dan permintaan terhadap pembiayaan KUR mulai meningkat di Agustus 2021, kata Airlangga dalam webinar secara daring di Jakarta, Rabu (15/9).

Menurutnya, program penempatan dana Pemerintah di perbankan telah mendorong penyaluran kredit hingga mencapai total Rp 419,78 triliun sampai 20 Agustus 2021 .

Kredit ini disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Syariah Indonesia, dan Bank Pembangunan Daerah.

Sebesar 57,53 persen dari total kredit itu disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di samping itu, menurut Airlangga, ketahanan sektor eksternal juga masih terjaga yang tampak dari peningkatan ekspor sehingga neraca dagang surplus selama 15 bulan.Cadangan devisa pada Juli 2021 pun relatif tinggi yakni sebesar 144,8 miliar dolar AS.

Kondisi perekonomian yang mulai membaik membuat Pemerintah optimis perekonomian dapat kembali tumbuh ekspansif pada kuartal IV 2021. Sepanjang 2021, perekonomian pun diproyeksi tumbuh di kisaran 3,7 sampai 4,5 persen.

Sementara itu, sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diproyeksi mencapai 5,2 persen.

Pencapaian pada target pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi Covid-19. Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi di sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif, kata Airlangga dikutip Antara .

Untuk itu, Menteri dari Partai Golkar ini akan mengakselerasi vaksinasi Covid-19, meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan, meningkatkan jumlah testing, tracing, dan treatment, serta mengendalikan mobilitas masyarakat dengan membatasi kegiatan masyarakat.

Di September ini, Pemerintah menargetkan dosis vaksinasi dapat ditingkatkan sebesar 2 sampai 2,3 juta jiwa per hari sehingga dapat mendukung target vaksinasi 208 juta jiwa di akhir tahun 2021, ujar Menko/ [MFA]

Artikel Asli