Pemerintah Berlakukan Ganjil-Genap ke Lokasi Wisata

jawapos | Nasional | Published at 15/09/2021 11:45
Pemerintah Berlakukan Ganjil-Genap ke Lokasi Wisata

JawaPos.com Petunjuk uji coba protokol kesehatan (prokes) untuk pembukaan tempat wisata akhirnya resmi dikeluarkan pemerintah. Itulah yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM di Jawa-Bali.

Salah satu poin yang yang diatur dalam uji coba pembukaan tempat wisata adalah jumlah kendaraan pada akhir pekan. Mulai Jumat pukul 12.00 sampai Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

Penerapan ganjil dan genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata, ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dikutip dalam instruksinya kemarin (14/9).

Ketentuan lainnya adalah wajib mengakses aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Kemudian, anak-anak di bawah 12 tahun dilarang masuk ke tempat wisata.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, kebijakan itu akan dijalankan dengan prokes ketat. Kemudian, ada evaluasi secara berkala. Kita lihat konsekuensinya. Kalau muncul klaster baru, ya kami perketat lagi, katanya kemarin.

Evaluasi akan dibahas dalam penetapan PPKM yang dilakukan setiap minggu. Dalam setiap evaluasi, peraturan yang bakal diberlakukan disesuaikan. Ketentuannya juga tidak generik. Jadi, ini akan selalu dinamis sesuai dengan kondisi di lapangan, papar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

Muhadjir menekankan, saat ini yang tak kalah penting adalah mulai dilakukannya adaptasi dari pandemi Covid-19 ke endemi. Persebaran virus SARS-CoV-2 berusaha dikendalikan. Misalnya, dibuat bersifat sporadis atau tidak merata. Lalu, Covid-19 diupayakan menjadi penyakit gejala musiman. Karena saya rasa naik turunnya kasus ini juga terkait dengan kondisi iklim, lingkungan, ini sangat berpengaruh. Nanti kita pelajari, kita amati, jelasnya.

Kemudian, yang berhubungan dengan tingkat kesakitan dapat dikendalikan. Termasuk mengejar angka kematian 0 persen. Ini akan membuat Covid-19 bukan penyakit istimewa, melainkan penyakit biasa. Jadi, Covid-19 bisa masuk penyakit infeksius seperti yang lain, tuturnya.

Untuk dapat menyukseskan transisi menuju endemi ini, Muhadjir menuturkan bahwa dibutuhkan peran serta masyarakat. Salah satunya, perilaku masyarakat pada masa pandemi. Kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes menjadi kunci utama. Diharapkan, masyarakat tidak perlu lagi diberi peringatan keras atau sweeping untuk memakai masker. Namun, penggunaan masker menjadi bagian dari habituality sehari-hari. Misalnya, kerumunan. Sudah tahu waktunya lebih dari ketentuan, bisa bahaya kalau terlalu lama. Sudah waktunya bubar, katanya.

Sementara itu, beberapa tempat wisata di Bali mulai melakukan uji coba buka. Salah satunya adalah Bali Safari and Marine Park. Destinasi wisata tersebut dibuka kembali sejak 11 September 2021 setelah Kabupaten Gianyar berstatus wilayah PPKM level 3.

General Manager Bali Safari and Marine Park Jennifer Suryadi mengatakan, pembukaan kembali Bali Safari dilakukan atas Surat Edaran Gubernur Bali (SE Nomor 15 Tahun 2021) dan SE Bupati Gianyar (SE Nomor 360/1445/BPBD/2021). Dan ini menjadi angin segar bagi pariwisata di Bali, ujarnya kepada Bali Express Selasa (14/9). Meski demikian, pembukaan dilakukan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Misalnya, jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Namun, ada juga tempat wisata yang belum buka. Misalnya objek wisata kawasan luar Pura Taman Ayun Mengwi. Pasalnya, pengelola tempat wisata tersebut belum memenuhi persyaratan untuk bisa buka.

Artikel Asli