Sudah Dua Tahun Tamiang Bebas Penyakit Kaki Gajah

acehsatu.com | Nasional | Published at 15/09/2021 11:02
Sudah Dua Tahun Tamiang Bebas Penyakit Kaki Gajah

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG Dua tahuan terakhir dialporkan Kabupaten Aceh Tamiang bebas dari penyakit kaki gajah atau filariasis namuanpun demikian Dinkes Aceh Tamiang terus melakukan pemantaua dan evaluasi guna mencegah penularan penyakit tersebut.

Kondisi ini diungkapkan, Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis dalam pertemuan advokasi/sosialisasi eliminasi penyakit filariasis dan penanggulangan kecacingan bagi LP/LS guna mendukung percepatan penurunan stunting di Aula Hotel Sederhanam, Kecamatan Karang Baru, Selasa (14/09/21).

Dijelaskan Ibnu, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang bersama Puskesmas sejak tahun 2015 sampai 2019 telah melaksanakan program pencegahan penyakit filariasis ini.

"Alhamdulillah di tahun 2020 dan 2021, masyarakat Aceh Tamiang tidak lagi tertular penyakit kaki gajah. Ini dibuktikan dengan tidak adanya lagi ditemukan kasus penyakit filariasis atau kaki gajah di Kabupaten Aceh Tamiang, ujarnya.

Meski demikian lanjut Kadis Kesehatan ini, pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara kontinyu guna mencegah penularan penyakit dengan efek yang khas tersebut.

Dinkes akan terus melalukan evaluasi secara berkelanjutan. Tanggal 18 September nanti kami juga akan memberikan obat Filariasis pada wilayah yang belum optimal tambahnya.

penyakit kaki gajah
Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis menyampaikan dua tahuan terakhir Aceh tamiang bebas penyakit kaki gajah. Selasa (14/9/2021) acehsatu.com/ist

Tak hanya fokus pada penyakit Filariasis, Dinas Kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyakit cacingan di tingkat sekolah dasar agar anak didik kedepannya menjadi siswa yang sehat dan terlepas dari kasus kecacingan.

Aceh Tamiang menjadi salah satu Kabupaten/Kota di Aceh yang berhasil menjalankan program pemerintah dalam pencegahan penyakit filariasis, uangkap Ibnu Azis lagi.

Walapun demikian, Aceh Tamiang juga merupakan salah satu daerah yang menjadi lokus stunting, sehingga harus ditangani secara serius, dan berharap kasusnya bisa terus melandai secara konsisten.

Ibnu Azis berharap para tenaga kesehatan agar dapat berperan aktif dan serius dalam pencegahan angka stunting. Ia juga serta ucapan terima kasih kepada para petugas yang telah berperan aktif dan berhasil menuntaskan program Filariasis di Bumi Muda Sedia. (*)

Artikel Asli