Kemnaker Berupaya Sejahterakan Pekerja Di Sektor Kelapa Sawit

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 10:50
Kemnaker Berupaya Sejahterakan Pekerja Di Sektor Kelapa Sawit

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya menyejahterakan para pekerja di sektor kelapa sawit. Mengingat pentingnya sektor ini bagi perekonomian nasional.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, kelapa sawit merupakan salah satu sektor yang berperan penting terhadap perekonomian nasional. Alasan inilah yang membuat Kemnaker harus mewujudkan hubungan industrial berkeadilan.

"Karena sektor kelapa sawit identik dengan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja dengan tingkat mayoritas pendidikan rendah," kata Putri, saat memberikan arahan secara virtual pada Dialog Undang-Undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan Bidang Persyaratan Kerja Pada Sektor Sawit di Jakarta, Selasa (14/9).

Menurut Data Kementerian Pertanian 2019, jumlah petani kelapa sawit mencapai 2,67 juta orang, dan jumlah tenaga kerja sebanyak 4,42 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari 4 juta atau 90,68 persen pekerja kelapa sawit besar swasta nasional, 321 ribu atau 7,26 persen pekerja kelapa sawit besar milik negara, dan 91 ribu atau 2,07 persen pekerja kelapa sawit besar milik swasta asing.

Hubungan kerja pekerja sektor perkebunan sawit, jelasnya, sebagian besar dilakukan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), termasuk di dalamnya pekerja harian. "Ini berdampak pada perlindungan dan syarat kerja tentang PKWT, alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) November 2020, jumlah total luas area kelapa sawit di Indonesia mencapai sekitar 14,60 juta hektar. Dari luasan tersebut, Perkebunan Besar Negara (PBN) memiliki sebagian kecil, yaitu 614.756 hektar atau 4,29 persen. Sementara sebagian besar diusahakan oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS), yaitu 55,09 persen atau seluas 7.892.706 hektar dari total produksi minyak sawit Indonesia.

"Karena itu, sektor kelapa sawit menjadi salah satu isu hubungan industrial yang perlu diperhatikan. Khususnya mengenai perlindungan tenaga kerjanya," aku Putri.

Pemerintah berkepentingan agar produk-produk hasil industri dapat diterima secara kompetitif di pasar global. Dalam konteks ini, beberapa pembeli terkadang menghendaki adanya standar-standar produksi yang harus dipenuhi oleh perusahaan atau industri.

Selain itu, Putri mengatakan, kondisi hubungan kerja di sektor kelapa sawit tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak yang memunculkan berbagai kemungkinan terburuk akibat pandemi, seperti penutupan pabrik karena kasus penularan. Sehingga perlu antisipasi kemungkinan terburuknya.

Dia berharap, dari dialog sosial ini dapat merumuskan dan menyepakati hal-hal yang akan menjadi solusi bersama dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pekerja sektor kelapa sawit.

Dalam arahannya, Putri juga mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menginginkan, agar sektor kelapa sawit bisa berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, yang akan terus bertambah seiring meningkatnya produksi kelapa sawit. [ MEN ]

Artikel Asli