Meski Masuk PPKM Zona Level 1, Perkuliahan di Jember Masih Daring

jatimtimes.com | Nasional | Published at 15/09/2021 10:36
Meski Masuk PPKM Zona Level 1, Perkuliahan di Jember Masih Daring

JATIMTIMES Perpanjangan PPKM per level untuk daerah di Jawa dan Bali, resmi diperpanjang hingga 20 September mendatang, dan Kabupaten Jember masuk sebagai daerah dengan Zona PPKM Level 1 bersama 6 kabupaten lainnya di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Pasuruan, Lamongan, Gresik dan Sidoarjo.

Meski daerah dengan PPKM Level 1 ada kelonggaran dalam kegiatan belajar mengajar maupun PTM, hal ini tidak lantas membuat perkuliahan di beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Jember menggelar kuliah tatap muka.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jember, di kampus yang juga disebut kampus Tegal Boto ini, pihak kampus masih memberlakukan perkuliahan secara daring di semester gasal atau ganjil tahun akademik 2021/2022.

Kami masih melihat perkembangan kasus Covid-19 terlebih dahulu, dan akan mempertimbangkan terlebih dahulu, mengingat 70 persen mahasiswa Unej (Universitas Negeri Jember) berasal dari luar kota, sedangkan situasi covid antar daerah juga berbeda levelnya, ujar Slamin selaku Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unej melalui siara persnya pada Senin 13 September 2021.

Slamin juga menjelaskan, bahwa meski pihak kampus bisa mengontrol mahasiswanya saat berada di lingkungan kampus dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan kerumunan, terutama dalam kelas, namun pihaknya tidak menjamin bisa mengontrol mahasiswanya saat berada di luar kampus.

Kalau di kampus, kami dari pihak Unej bisa memastikan untuk melakukan kontrol terhadap mahasiswanya dengan menerapkan protokol kesehatan, namun tentu akan sulit mengontrol mahasiswa saat berada di luar kampus, beber Slamin.

Oleh karenanya, saat ini pihak kampus masih mematangkan skenario perkuliahan tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satu opsinya adalah memberlakukan perkuliahan secara bergilir.

Mungkin akan dilakukan dengan perkuliahan sistem bergilir, misalnya yang kuliah Luring (langsung) diperuntukkan untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 terlebih dahulu, sebab sejak pandemi, mereka belum pernah ke kampus, atau kuliah secara bergantian sesuai nomor induk mahasiswa, beber Slamin.

Skenario lainnya tambah Slamin, adalah metode kuliah Hybrid, luring dan daring, yakni kapasitas kelas dibatasi sampai 50 persen ikut luring, sisanya ikut daring, sehingga para mahasiswa masih bisa berkomunikasi dengan dosen dan teman kuliahnya.

Saat ini sebenarnya Unej sudah memberlakukan kuliah secara luring, namun hanya terbatas bagi mahasiswa tingkat akhir, itupun diperuntukkan bagi mahasiswa yang perlu mengakses fasilitas Lab dan konsultasi dengan dosen pembimbing, bebernya.

Selain itu, perkuliahan secara luring juga diikuti oleh mahasiswa peserta pendidikan profesi, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi dan Fakultas Keperawatan. Mereka semua wajib mengikuti protokol kesehatan ketas dengan menyerahkan hasil swab antigen atau PCR saat akan beraktivitas di kampus, pungkas Slamin. (*)

Artikel Asli