BIN Diminta Koordinasi dengan Insikt Group untuk Cegah Hacker China

limapagi.id | Nasional | Published at 15/09/2021 10:35
BIN Diminta Koordinasi dengan Insikt Group untuk Cegah Hacker China

LIMAPAGI - Badan Intelijen Negara (BIN) dan sejumlah kementerian/lembaga lainnya disebut-sebut mendapatkan ancaman peretasan dari kelompok hacker asal China yang menamakan dirinya Mustang Panda. Hal ini terungkap dari laporan Insikt Group.

Seperti dilansir laman The Record, Mustang Panda adalah kelompok hacker yang melakukan aktivitas mata-mata di internet Asia Tenggara. Insikt menemukan ada malware di dalam jaringan pemerintah Indonesia pada bulan April 2021.

Insikt Group disebutkan sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. Namun menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia tidak memberikan tanggapan.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR, Muhammad Iqbal, mendesak BIN dan kementerian berkoordinasi langsung dengan Insikt Group. Hal itu penting untuk mengetahui celah-celah kelemahan sistem lembaga dan kementerian, serta apa motivasi aksi penyusupan itu.

Sebaiknya BIN dan sejumlah kementerian itu berkoordinasi dengan Insikt Group untuk meminta bukti lebih lanjut terkait adanya laporan dugaan peretasan pada sistem lembaga dan kementerian itu, kata Iqbal dalam keterangan kepada Limapagi, Rabu 15 September 2021.

Meskipun bukti masih simpang siur, namun Iqbal mewanti-wanti agar kementerian dan lembaga melakukan evaluasi sistem keamanannya. Apalagi sebelumnya juga ramai diberitakan berita-berita kebocoran lain, seperti kebocoran data BPJS, data pribadi vaksin dan sebagainya.

Dari Insikt Group harus menjadi trigger bagi semua kementerian dan lembaga kita untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti dengan mulai melakukan security assessment , ujar Iqbal.

Tidak hanya itu, pemerintah juga didesak melakukan peningkatan sumber daya manusia di bidang terkait. Juga peningkatan tata kelola keamanan siber di institusi masing-masing.

Kasus peretasan sistem kementerian dan lembaga jangan dibiarkan berlarut-larut agar masyarakat tidak menjadi khawatir dan rahasia negara diketahui negara lain, kata Iqbal.

Artikel Asli