Banyak Pengunjung Kecewa lantaran Gagal Masuk Tempat Perbelanjaan

jawapos | Nasional | Published at 15/09/2021 11:25
Banyak Pengunjung Kecewa lantaran Gagal Masuk Tempat Perbelanjaan

JawaPos.com Aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk supermarket mulai diterapkan secara serentak Selasa (14/9). Aturan teknisnya sama dengan mal. Setiap pengunjung wajib memindai PeduliLindungi untuk mencegah persebaran Covid-19 di area supermarket.

Kebijakan itu ditegaskan dalam aturan terbaru, yaitu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 42/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Regulasi tersebut menindaklanjuti aturan sebelumnya, Inmendagri 39/2021. Yakni, supermarket dan hipermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai 14 September.

Pantauan Jawa Pos kemarin menunjukkan bahwa sejumlah supermarket mulai menerapkan kebijakan sesuai inmendagri. Salah satunya, Ranch Market. Supermarket yang terletak di Jalan Basuki Rahmat tersebut memasang barcode yang terhubung dengan PeduliLindungi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Barcode diletakkan di pintu masuk dan pintu keluar.

Setiap pengunjung yang hendak masuk wajib men-scan barcode untuk memastikan yang bersangkutan sudah menjalani vaksinasi. Untung, saya sudah vaksin, kata Yanda, 25, salah seorang pengunjung, lalu men-scan barcode sebelum masuk Ranch Market.

Jika belum memiliki aplikasi karena belum mengunduh di ponsel, pengunjung bisa melakukan cara manual. Yaitu, menunjukkan kartu bukti sudah divaksin. Petugas di pintu masuk stand by memeriksa para pengunjung. Kalau tidak punya aplikasinya, cukup menunjukkan kartu (bukti vaksin, Red) saja. Ini kami terapkan di semua tenant di Surabaya, tutur Ilham Akbar, asisten supervisor supermarket tersebut.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ikut memantau kebijakan itu. Ketua Aprindo Jatim April Wahyu Widati mengatakan, pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi masih cukup terbatas.

Pada hari pertama kemarin, jelas dia, sedikitnya ada 37 supermarket dan hipermarket se-Surabaya yang menerapkannya. Terdiri atas 23 store Superindo, 5 Ranch Market, 3 Transmart, serta masing-masing 2 store Toeng Market, Papaya, dan Lottemart.

Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah. Sebab, masih banyak supermarket dan hipermarket yang masih dalam proses beradaptasi dengan kebijakan anyar itu. Misalnya, banyak gerai lokal yang masih berproses. Kita pantau terus perkembangannya, papar April.

Pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi hari pertama kemarin bukannya tanpa kendala. Menurut April, beberapa pengelola mengadu ke Aprindo karena belum mengetahui aturan tersebut. Pemerintah dinilai kurang menyosialisasikan aturan itu ke pelaku usaha ritel. Dengan begitu, ada pengelola supermarket yang cukup kelabakan untuk menyiapkan perangkat aplikasinya.

Persoalan juga datang dari pelanggan. Beberapa pengunjung kecele karena tidak bisa memasuki area supermarket. Sejumlah pengunjung tidak bisa mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Sebab, perangkat ponselnya tidak memadai. Sialnya, mereka juga tidak membawa kartu bukti sudah divaksin. Banyak customer yang balik karena nggak bisa masuk supermarket, tutur April.

Selain itu, para orang tua kecewa karena anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk tempat perbelanjaan. Ketentuan itu sama persis dengan aturan masuk mal.

Artikel Asli