Naik 44,1 Persen Dibanding Tahun Lalu Raup Laba Bersih Rp 609 Miliar, Krakatau Steel Makin Joss

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 08:49
Naik 44,1 Persen Dibanding Tahun Lalu Raup Laba Bersih Rp 609 Miliar, Krakatau Steel Makin Joss

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus meningkatkan kinerja, pasca dilakukannya restrukturisasi dan transformasi secara menyeluruh.

Restrukturisasi dan transformasi terbukti suksesmengubah Krakatau Steel menjadi perusahaan yang sehat dan berdaya saing, setelah delapan tahun merugi.

Tahun 2020, Krakatau Steel mampu mencatatkan laba Rp 326 miliar. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel terus melanjutkan tren peningkatan kinerja dengan meraih laba bersih Rp 609 miliar.

Perbaikan kinerja Krakatau Steel terus berlanjut, walaupun di masa pandemi. Krakatau Steel mampu menjaga kinerja positifnya. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 17,7 triliun. Naik 44,1 persen dibandingperiode yang sama pada tahun 2020, jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim.

Silmy menambahkan, upaya peningkatan ekspor menjadi bagian dari strategi Krakatau Steel, untuk membantu kinerja penjualan produk baja perseroan di masa pandemi.

Produk Hot Rolled Coil dan Hot Rolled Plate menjadi produk utama Krakatau Steel, yang diekspor ke berbagai negara di Eropa. Seperti Portugal, Spanyol, Jerman, Italia, dan Belgia, juga ke negara Malaysia dan Australia.

Efisiensi yang berkelanjutan, juga terus dilakukan Krakatau Steel. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel mampu menurunkan kembali fixed cost sampai19 persendan variable cost hingga 11 persen.

Upaya efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan di tahun 2020, dengan penurunan biaya operasional hingga 41 persen.

Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, pihak perbankan, serta pihak-pihak lain yang telah memberikan kepercayaannya kepada Krakatau Steel. Hingga akhirnya, restrukturisasi ini dapat berjalan dengan baik, ujar Silmy.

Dalam hal restrukturisasi keuangan, Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi hutang pada tahun 2020, yang pada saat itu menjadi restrukturisasi terbesar di Indonesia dengan jumlah Rp 29 triliun.

Melalui restrukturisasi hutang, Krakatau Steel dapat menurunkan total beban bunga hutang selama 9 tahun. Dari Rp 12,3 triliun menjadi Rp 6,7 triliun.

Sehingga,total penghematan yang didapat dari restrukturisasi hutang tersebut berjumlahRp 9,9 triliun.

Di kuartal 4 tahun 2021, restrukturisasi hutang Krakatau Steel akan berkurang sebesar Rp 2,9 triliun, tambah Silmy.

Transformasi dan restrukturisasi ini juga menyentuh pada area organisasi dan SDM, termasuk di dalamnya transformasi budaya perusahaan.

Peningkatan kualitas SDM setelah dilakukannya restrukturisasi, merupakan kunci sukses dari keberhasilan transformasi. Sehingga,Krakatau Steel terus mendorong talenta-talenta terbaiknya untuk bekerja, dan menghasilkan kontribusi yang berdampak pada kinerja.

Krakatau Steel juga semakin memperkuat bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan di anak-anak usahanya, dengan membentuk Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur padaJuni 2021 dan Subholding Krakatau Baja Konstruksi pada Agustus 2021.

Pembentukan kedua subholding dilakukan dalam tempo yang relatif singkat, terbentuk dalam waktu 3 bulan.

Melalui pembentukan subholding akan mempermudah perencanaan serta pengendalian operasional ke depan untuk sinergi, optimalisasi kinerja dengan beberapa inisiatif seperti program efisiensi, operational excellence , digitalisasi, penguatan pangsa pasar melalui strategi hilirisasi, serta membangun bisnis model yang lebih baik.

Hingga Agustus 2021, Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur hingga Agustus 2021 mencatat penjualan sebesar Rp 2,4 triliun, dengan perolehan laba bersih Rp 348 miliar.

Dalam periode yang sama,Subholding Krakatau Baja Konstruksimencatat nilai penjualan Rp 3,4 triliun, dan laba bersih Rp 111,9 miliar.

"Dengan kinerja yang baik ini, kedua subholding dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, ujar Silmy.

Memasuki usia yang ke-51 tahun pada 31 Agustus 2021,Krakatau Steel telah meluncurkan visi dan misi baru, yang disesuaikan dengan transformasi dan kondisi saat ini.

Visi Krakatau Steel yang baru adalah menjadi korporasi yang kompetitif, untung, dan terpercaya.

Visi ini menjadi dasar bagi Krakatau steel mengenai hal yang ingin dicapai.

Selain menerapkan visi misi baru, nilai-nilai AKHLAK (amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif) pun diterapkan dalam mendukung visi dan misi baru Krakatau Steel.

Nilai AKHLAK ini menjadi nilai utama ( core values ) bagi korporasi dan dan seluruh karyawan. Nilai yang sudah ada: progressive , collaborative , dan robust menjadi karakter dalam mendukung terlaksananya budaya perusahaan yang unggul.

Semua nilai ini akan diamalkan, dijalankan, saling melengkapi dan menguatkan untuk kebaikan perusahaan.

Dalam menunjang peningkatan kinerja, Krakatau Steel mengaplikasikan program digitalisasi pada setiap aktivitas bisnisnya.

Secara real time , digital Control Tower mampu memberikan laporan progres aktivitas perusahaan. Sehingga, dapat mempercepat proses pengambilan keputusan manajemen.

Selain itu, Krakatau Steel pun akan meluncurkan aplikasi penjualan baja secara daring KRAS Mart marketplace pada akhir bulan ini.

Pada Kuartal 4 2021, ada 3 inisiatif strategis yang akan dilakukan Krakatau Steel.

Ketiga inisiatif tersebut adalah rencana pengoperasian kembali fasilitas yang di masa lalu tidak optimal, pemilihan mitra strategis untuk Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur, serta perbaikan portofolio bisnis.

"Dengan inisiatif tersebut, kami yakin Krakatau Steel akan semakin maksimal dalam meningkatkan kinerja positifnya, pungkas Silmy. [HES]

Artikel Asli