Nadiem: Level 1-3 Boleh Gelar PTMT

radarjogja | Nasional | Published at 15/09/2021 08:45
Nadiem: Level 1-3 Boleh Gelar PTMT

RADAR JOGJA Sesuai aturan pemerintah pusat, wilayah dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan terbatas (PPKM) Level 1-3 boleh menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim terus mendorong mengembalikan siswa belajar ke sekolah.

Mendikbud Ristek mengatakan, aturan pemerintah pusat bahwa PTMT di sekolah-sekolah tidak ada kewajiban harus vaksinasi terlebih dulu. Hal itu berlaku jika wilayah tersebut sudah menerapkan PPKM Level 1-3. Saya ingin, pertama klarifikasi dulu nih aturan pusat, biar tidak ada kebingungan ya. Jadi level 1 sampai 3 semuanya boleh tatap muka terbatas dan tidak ada kewajiban harus vaksinasi dulu, kata Nadiem saat kunjungan ke Pendapa Tamansiswa Jogja berdiskusi dengan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di DIJ secara luring dan daring kemarin (14/9).

Nadiem menjelaskan, sementara sekolah wajib menggelar tatap muka terbatas manakala guru maupun tenaga pendidiknya sudah divaksinasi secara lengkap. Tapi ada kewajiban sekolah yang wajib tatap muka yaitu sekolah yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin semua, ujarnya.

Mantan CEO Gojek ini juga menekankan, tidak memberi aturan berapa hari atau berapa jam sekolah tatap muka terbatas itu perlu dilakukan. Aturan sederhananya per kelas diisi maksimal 18 siswa, kecuali pendidikan PAUD maksimal lima siwa per kelas. Poin paling penting ketika akan mengisi sekolah luring adalah penerapan protokol kesehatan yang perlu dijaga ketat, tidak boleh ada ekstrakurikuler, kumpul di kantin, makan-makan buka masker, dan lain sebagainya.

Terserah itu sekolahnya mengaturnya gimana , mau sekolahnya sore, malam, jadi mohon dipisahkan mana aturan daerah spesifik sama aturan pusat, karena ini penting. Intinya bahwa aturan pusat sebenarnya memperbolehkan akselerasi yang secara cepat, jelasnya.

Namun seiring PTMT berjalan jika diketahui adanya sebaran virus korona dan muncul klaster di sekolah, maka konsekuensinya sekolah harus ditutup sampai situasi dan kondisi aman kembali. Maka tetap harus waspada, baik guru, orang tua, maupun murid terhadap penularan Covid-19 ini. Semuanya seneng luar biasa pengen sekolah. Tapi jangan euforia, jangan sampai menjadi klaster baru. Karena kalau sampai terjadi, sekolah itu ditutup lagi, terang pejabat yang sering dipanggil Mas Menteri ini.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah keputusan akhir untuk menggelar PTMT ada pada orang tua/wali siswa. Para orang tua tidak boleh dipaksa untuk mengirim anaknya sekolah tatap muka. Jika orang tua tidak mengizinkan, maka anak diperbolehkan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Maka bantuan kuota kita lanjutkan sampai akhir tahun. Tapi ini hanya solusi saja di PJJ. Fokus kita sekarang mengembalikan anak tatap muka di sekolah, tambahnya.

Seiring dimulainya PTMT, Nadiem juga segera menggelar Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dengan prokes ketat. Ini merupakan tes atau proses penilaian terhadap mutu yang dimiliki satuan pendidikan atau sekolah. Sebagai bentuk evaluasi pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada satuan tingkatan pendidikan dasar dan menengah.

Evaluasi tersebut menggunakan pemetaan dari nilai-nilai Pancasila, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sekolah. Apakah anak mengalami perundungan, faktor kekerasan, dan tekanan. Maupun apakah ada faktor intoleransi yang terjadi.

Bukan hanya numerasi dan literasi pencapaian kognitif siswa. Kita akan bisa mengukur ketertinggalan kita selama pandemi. Kalau tanpa adanya AN, dari mana kita akan tahu sekolah mana yang paling butuh bantuan. Ujung-ujungnya buat kasih laporan ke kepala sekolah dan guru untuk mengerti kelemahan dan kekuatan sekolah, tambahnya.

Sekitar 50 SMA/SMK Siap Uji Coba PTMT

Selain berkunjung ke Tamansiswa, Mendikbud Ristek juga bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan. HB X mengungkapkan, meski sekolah di PPKM Level 3 diperbolehkan buka, pemerintah provinsi masih menunggu capaian vaksinasi pelajar mencapai sekitar 80 persen.

Pemprov tidak mau mengambil rosiko terjadi penularan Covid-19 bila memaksakan sekolah yang belum memvaksinasi 80 persen siswanya. Selain capaian vaksinasi, izin orang tua juga jadi syarat pelaksanaan PTMR. Nanti saya bisa di PTUN (gugat, Red ) orang tua, piye ?, ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya menyatakan, saat ini sekitar 177 SMA/SMK di DIJ sudah melakukan vaksinasi pada lebih 80 persen siswanya. Karenanya, sekolah-sekolah tersebut siap untuk menggelar PTMT.

Namun untuk bisa menggelar PTMT, selain capaian vaksinasi, sekolah juga harus menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Disdikpora baru mendata sekolah-sekolah yang benar-benar siap menggelar PTMT. Kalau sampai saat ini sudah ada sekitar 50 sekolah yang benar-benar siap. Mungkin Senin depan sudah bisa dimulai, jelas Didik. (wia/kur/laz)

Artikel Asli