9 Masjid Sudah Jadi Sasaran Rumah Ibadah Bergerak, Wali Kota Malang Tekankan Hal Ini

jatimtimes.com | Nasional | Published at 15/09/2021 08:10
9 Masjid Sudah Jadi Sasaran Rumah Ibadah Bergerak, Wali Kota Malang Tekankan Hal Ini

JATIMTIMES - Rumah Ibadah Bergerak (RIB) sudah berjalan ke 9 masjid di Malang Raya. Hal itu membuktikan konsistensi menggerakkan masjid masih tetap berjalan demi keberlangsungan sosial yang tinggi di tengah masyarakat.

Kali ini RIB ke 9 tiba di Masjid Al Istiqomah yang berada di Jodipan Wetan Gang 1, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dalam kegiatan yang dinisiasi oleh JatimTIMES itu, hadir sejumlah tokoh mulai dari Wali Kota Malang Drs Sutiaji, General Manager JatimTIMES Heryanto, tokoh perempuan Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Info Malang Raya Dyah Arum Sari, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, Humas BMH Jatim Gerai Malang Ruwiyanto, dan Koordinator Komunitas Sambang Dulur Malang (SDM) Hisyam.

Pada kegiatan tersebut, Sutiaji rela datang ke masjid yang berada di tengah perkampungan padat penduduk itu meski rintik hujan mulai tiba. Di situ, banyak warga yang menyapa kedatangan orang nomor satu di Kota Malang itu.

Ketika didapuk untuk menjadi pembicara dalam kegiatan RIB, Sutiaji menegaskan bahwa hal ini sangatlah baik. Karena menularkan perbuatan baik maka pahala yang diterima akan terus mengalir jika orang lain juga melakukannya.

Rumah Ibadah Bergerak ini adalah perbuatan baik, semoga yang melaksanakan terus bisa sehat istiqomah dalam menjalankan, kata Sutiaji.

Dijelaskan Sutiaji, RIB ini dapat mengembalikan fungsi rumah ibadah yang sesungguhnya. Bagaimana? Ia menyebut rumah ibadah bukan melulu digunakan untuk menuntaskan kewajiban sebagai umat beragama, melainkan juga harus memikirkan fungsi sosial bermasyarakat.

Rumah ibadah bisa mengembalikan fungsi masjid yang sesungguhnya, bukan hanya ibadah salat saja, melainkan fungsi sosial di dalamnya juga harus dilakukan, terang Sutiaji.

Ada tidak ada pandemi rumah ibadah harus terus berjalan, imbuhnya.

Sebagai orang nomor satu di Kota Malang, Sutiaji nampaknya juga sangat memperhatikan RIB. Betapa tidak? Ia juga mengerti bahwa berkat RIB, daerah lain mulai mengadopsi kegiatan tersebut.

Ini sudah ditiru di tempat lain. Karena kemarin masjid jadi momok, jadi sekarang harus dibalik. Ini ujian dari Allah, ikhtiar dhohir pakai masker, dan ikhtiar batinnya ya berdoa pada Allah. Rumah ibadah ini harus kembali mendapatkan kepercayaan, beber dia.

Kepada warga Jodipan Wetan, Sutiaji juga menekankan bahwa masjid juga harus menjadi pelopor dalam menjalankan fungsinya. Sebab, pada masa pandemi ini, gotong royong adalah satu-satunya cara agar menyelesaikan permasalahan yang sudah mendunia itu.

Masjid ini bisa jadi pelopor, bisa jadi percontohan kepada warga bagaimana cara menangani pandemi. Ini yang seharusnya dilakukan warga dan negara yang beragama. Semoga masjid ini sesuai dengan namanya, Istiqomah ibadahnya dan sosialnya, tukasnya.

Sementara itu Takmir Masjid Al Istiqomah, M Arif Hidayatullah mengaku bersyukur karena program RIB dapat mampir ke masjid di Jodipan Wetan. Hal ini dianggap sebagai pemicu kebaikan yang nantinya dapat tertular kepada masyarakat luas.

Masjid Al Istiqomah ini masih menampung jamaah, kami mohon doa restu dan dukungan (untuk menjalankan kebaikan), ungkap Arif.

Di aisi lain, usai paparan dari Wali Kota Malang Drs Sutiaji, salah satu inisiator RIB, Laily Fitriyah Liza Min Nelly atau yang akrab disapa Nelly menjelaskan kepada jamaah Masjid Al Istiqomah bahwa masjid harus mandiri untuk melawan pandemi dan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sebab menurutnya, jika tidak dimulai dari akar, tentunya akan lebih sulit untuk menuntaskan masalah.

Masyarakat harus memahami covid itu bagaimana, termasuk dengan penanganan juga. Melalui masjid ini, mungkin masyarakat bisa jadi percontohan, ungkap dia.

Nelly juga menekankan bahwa RIB tidak berhenti di sini saja. Sebab, pihaknya akan terus menebar kebaikan dan membuat rumah ibadah kembali pada fungsi yang sesungguhnya.

RIB tidak berhenti di sini, karena masjid supaya bisa mandiri. Jangan sampai masyarakat di sekitar masjid ini kekurangan, terutama yang menjalani isoman, pungkasnya.

Artikel Asli