Dampingi Kunker Presiden, Gibran Kikuk

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 08:05
Dampingi Kunker Presiden, Gibran Kikuk

Tujuh bulan menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akhirnya berada dalam 1 forum dengan Presiden Jokowi. Meskipun berstatus sebagai anak-bapak, Gibran terlihat kikuk saat pertama kali mendampingi Jokowi. Saat berjalan pun, Gibran memilih berada di barisan belakang Jokowi.

Kemarin, jadi momen perdana bagi Gibran bertemu dengan Jokowi dengan status sebagai Wali Kota. Jokowi menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.

Dalam acara itu, Gibran mengenakan pakaian dinas harian atau PDH Aparatur Sipil Negara berwarna coklat krem. Sedangkan Jokowi tampil dengan batik cokelat lengan panjang dengan setelah celana hitam.

Selain Gibran, ada petinggi lain yang juga hadir dalam acara tersebut. Yakni, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, Rektor UNS selaku Ketua MRPTNI Prof Jamal Wiwoho dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sayangnya, forum tersebut bersifat tertutup untuk diliput media dengan alasan pandemi Covid-19. Di media sosial, hanya foto-foto saat Jokowi sedang berpidato saja yang bisa disaksikan. Jokowi yang duduk di barisan depan, didampingi seluruh pejabat yang hadir. Termasuk Rektor UNS dan Gibran. Untuk posisi duduk, Gibran berada di ujung sebelah kanan.

Sikap kikuk Gibran bisa dilihat dari video yang tersebar di media sosial, saat Jokowi akan meninggalkan lokasi acara. Saat hendak berpamitan, Gibran berdiri agak dekat dengan Jokowi. Keduanya saling berhadapan, sedikit membungkuk dan mengangkat salam tangan. Gubernur Ganjar yang berdiri di sampingnya, juga mengambil sikap yang sama.

Namun, ketika Jokowi berjalan menuju mobil, Gibran mulai mengambil jarak. Gibran memilih berjalan di barisan belakang, tidak beriringan dengan Jokowi. Begitu pun, saat Jokowi sampai di pintu mobil Toyota Alphard, Gibran tetap berada di barisan belakang.

Dia hanya menyaksikan bapaknya berbincang dengan Nadiem Makarim, Muhadjir Effendi dan Rektor UNS. Kedua tangannya berada di depan dengan posisi saling menempel.

Baru ketika Jokowi memasuki mobil, Gibran mengambil sikap sempurna. Berdiri tegak, lalu membungkuk ke arah Jokowi. Seakan mengisyaratkan rasa terima kasih, karena sudah berkunjung ke Solo.

Untuk diketahui, sejak Gibran dilantik sebagai Wali Kota Solo pada Februari lalu, Jokowi belum pernah melakukan kunjungan kerja ke Solo. Padahal, beberapa daerah sekitar Solo, seperti Klaten dan Yogyakarta, sudah beberapa kali dikunjungi Jokowi.

Sementara, sejak Gibran jadi Wali Kota, justru Kota Solo kerap menjadi lokasi kunker sejumlah menteri. Bahkan, beberapa pimpinan parpol juga ikutan mengunjungi Solo untuk bertemu langsung dengan Gibran.

Usai acara, Gibran ditanya soal apa perasaannya berada dalam forum resmi dengan Jokowi dengan status sebagai Wali Kota Solo?

Ya profesional aja, kemarin mendampingi untuk acara forum rektor, kata Gibran kepada wartawan di Balai Kota, kemarin.

Ada pesan khusus? Ia mengakui, Jokowi menitipkan beberapa pesan bahkan kritik kepada dirinya selaku Wali Kota. Salah satunya, masalah penghijauan di Kota Solo yang dinilai masih kurang.

Masalah penghijauan kita masih kurang, masalah pendidikan harus digenjot lagi, sebutnya.

Ia juga tidak bisa mentang-mentang memaksa ayahnya mengunjungi beberapa lokasi di kota yang dipimpinnya itu. Salah satunya, Solo Techno Park.

Ia tampak kepingin banget menunjukkan perkembangan Solo Techno Park yang mulai ia sentuh. Sudah banyak perusahaan yang masuk untuk mendukung UMKM-UMKM di Kota Solo. Seperti Shopee, Bukalapak, GoTo, dan SKK Migas. Apalagi lokasinya tidak jauh dari UNS.

Nanti Techno Park benar-benar menjadi tempat kegiatan yang produktif untuk mahasiswa-mahasiswa di sekitar sini, tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul yang terlibat aktif dalam memenangkan Gibran sebagai Wali Kota Solo di Pilkada lalu mengaku bangga melihat sikap jagoannya itu. Seperti kata pepatah, buah apel jatuh tidak jauh dari batangnya, kata Ruhut kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Ia meyakini, Gibran banyak belajar dari bapaknya. Salah satunya tentang kemandirian. Tidak manja. Selain Gibran, sikap yang sama juga ditunjukkan putri Jokowi, Kahiyang Ayu.

Tidak mentang-mentang. Contoh juga Kahiyang, ikut tes CPNS sendiri seperti orang pada umumnya. Enggak lewat juga, sebutnya.

Ia mengaku terakhir kali bertemu Gibran di salah satu acara KNPI di Kuningan, Jakarta Selatan. Meskipun masih muda, Gibran menunjukkan sikap kepemimpinan yang langka: mau mendengarkan.

Memang dia seorang pemimpin mau mendengar. Ini kadang-kadang yang kurang di banyak pemimpin kita, pungkasnya.

Sementara itu, lewat akun media sosialnya semalam, Jokowi membagikan pengalamannya saat hadir di UNS Solo. Jokowi menjelaskan, pesan yang disampaikannya di forum tersebut.

Eks Wali Kota Solo itu sempat menyinggung nama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang dijadikannya contoh tentang seseorang yang berkarir jauh dari ilmu yang didapatkannya pada masa kuliah.

Ia seorang Insinyur Teknik Fisika Nuklir yang menjadi bankir. Karirnya melesat sampai puncak sebagai Dirut Bank Mandiri. Dan sekarang, Pak Budi melompat lagi menjadi Menteri Kesehatan, tulis Jokowi di akun Instagram miliknya.

Kata dia, perjalanan Menkes menyiratkan pesan kepada dunia pendidikan tinggi agar memfasilitasi para mahasiswa untuk mengembangkan talentanya dan mengubah pola-pola lama agar dapat mengatasi perubahan dunia.

Dia berharap, kampus memfasilitasi para mahasiswa untuk mengembangkan talentanya yang belum tentu sesuai dengan pilihan program studi, jurusan, maupun fakultas.

Karena kita ingat, pilihan studi jurusan, dan fakultas tidak selalu berdasarkan pada talenta. Dan ketidakcocokan itu kadang-kadang terasa saat kuliah, kata Jokowi. [SAR]

Artikel Asli