Kisah Perjalanan China-Indonesia Sejak Kemerdekaan

republika | Nasional | Published at 15/09/2021 07:40
Kisah Perjalanan China-Indonesia Sejak Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Budayawan, Sejarawan Betawi, dan Politisi Senior.

Nama yang digunakan di Indonesia pernah Republik Rakyat Tiongkok disingkat RRT. Sejak Reformasi istilah yang dipakai China dari People Republic of China , nama resmi di PBB. Penyebutan China populer, ekonom Mari Pangestu misalnya mengucapnya chayne . Kronologi relasi keduanya sebagai berikut:

1. 1947-1948.

Internal China bergolak rebut kuasa antara Komintang pimp Chiang Kai Sek vsersus Ku Chantang pimpinan Mo Tse Tung. Polarisasi itu bergema di warung-warung China di kampung-kampung. Yang Ku Chan Tang pasang potret Mo Tse Tung depan warung mereka, yang Komintang pajang potret Chiang Kai Sek

Di Indonesia dahulu ada Koran Keng Po. Media ini dianggap pro Kou Min Tang. Kalau koran Sin Po dianggap pro Ku Chantang.

Di jalan bagaimana? Lihat anak mudanya nyanyi lagu apa. Kalau mereka menyanyi Mo Tse Tung Chiang Kai Sek ada pantun Betawinya: gue pentung kalau lu ledek. Ini Kuchen Tang.

Sebaliknya kalau yang satunya nyanyi Chiang Kai Sek Mo Tse Tung pantun Betawinya juga ada: lu ledek, gue jejelin puntung. Ini Kou Min Tang.

Ketegangan ini berakhir dengan kemenangan Ku Chantang di Tiongkok yang kemudian memerdekakan China dan mendirikan Partai Komunis China. Kou Min Tang lari ke pulau Formosa. Pulau ini ada penduduk native yang disebut suku Amis yang tergolong micronesia. Mereka bukan China.

Pemerintah Taiwan dan pengungsi dari daratan berstatus pendatang. Karena itu kalau Taiwan tak dapat mendirikan negara di Formosa bukan karena one China policy , tapi Taiwan dan China tak punya hak historis atas Formosa.

2. 1963-1965.

Era ini terjadi di Indonesia ditandai dengan adanya Film Tiongkok gusur Hollywood. Film Hollywood tidak diputar, akhirnya tak beredar. Kita kalau mau nonton terpaksa milih film Rusia atau Tiongkok.

Film Bollywood sejak 1962 tak beredar. Buat saya mending film Rusia, tema bervariasi. Pernah saya nonton film Tiongkok, seperti biasa temanya hajar Nekolim. Nekolim ditampilkan bodoh, dengan perut buncit.

Menonton adegan film itu saya berpikir keras: kok nekolimnya pakai kacamata hitam terus? Rupanya yang jadi nekolim China, supaya tak gampang ketauan dikacamatakan. Ending film biasanya nekolim di-udak-udak sama orang kampung dan nyemplung di got.

Suatu hari di tahun 1960-an dikabarkan Bung Karno sakit dan berobat sama sinshe di RRC. Sembuh. Nama sinshe berkibar. Sinshe-sinshe ke Jakarta jadi tamu negara. Turun di airport Kemayoran pada berkacamata hitam. Pas duduk mereka bejejeran sembari angkat kaki. Hatta bagi mereka yang dengkulnya sudah teklok dibantu angkat kaki sama temennya. Supaya keren.

3. Masa Reformasi.

Saya heran, yang suruh mundur pak Harto kan Menlu USA Medelin Albright via telpon, kok yang kemudian joget-joget China. Nengok kesana kemari semua projek China. Jalan layang jalan buntung, semua China.

Pembesar Indonesia pada mondar-mandir ke China, tokoh partai juga. Malah ada partai yang kirim aktivisnya untuk dikader di China. Pas HUT Partai Komunis China (PKC ) ada yanag sebut Jin Ping dengan Yang Mulia.

Pas US Army datang untuk Latihan bersama mereka pada bungkem kabeh. Tak satu yang berani omong kecam USA. Yah begitulah.

Artikel Asli