Sekjen KPK Klaim Pegawai Tak Lolos TWK Minta Disalurkan ke Instansi Lain

limapagi.id | Nasional | Published at 15/09/2021 07:00
Sekjen KPK Klaim Pegawai Tak Lolos TWK Minta Disalurkan ke Instansi Lain

LIMAPAGI - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya H Harefa mengatakan, pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) meminta untuk disalurkan ke institusi lain.

Pernyataan ini, kata Cahya, merespons kabar pegawai KPK yang tak lolos TWK ditawarkan untuk bergabung ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami dapat jelaskan bahwa atas permintaan pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diangkat menjadi ASN, KPK bermaksud membantu pegawai tersebut untuk disalurkan pada institusi lain di luar KPK," kata Cahya lewat keterangan tertulisnya yang dikutip Limapagi.id, Rabu, 15 September 2021.

Cahya menyampaikan, pihaknya akan membantu pegawai KPK tersebut disalurkan bekerja di tempat lain, sesuai dengan pengalaman kerja dan kompetensi yang dimilikinya. Dia mengklaim, tidak sedikit institusi yang membutuhkan spesifikasi pegawai sesuai yang dimiliki insan KPK.

"Oleh karenanya, penyaluran kerja ini bisa menjadi solusi sekaligus kerja sama mutualisme yang positif," ucap Cahya.

Cahya berujar, penyaluran kerja bagi pegawai KPK tersebut sesuai dengan program KPK yang telah lama dicanangkan, yaitu untuk menempatkan insan KPK sebagai agen-agen antikorupsi di berbagai instansi dan lembaga.

"Salah satu pegawai yang telah menyampaikan surat permohonan untuk disalurkan ke institusi lain menyatakan, keinginan terbesarnya adalah menyebarkannilai-nilai antikorupsi di tempat lain di luar KPK," ujarnya.

Lebih lanjut, Cahya berharap, niat baik lembaga antirasuah bisa dimaknai secara positif. Menurutnya, penyaluran kerja ini memberikan manfaat.

"Langsung bagi pegawai yang bersangkutan, institusi kerja yang baru, juga bagi KPK sendiri untuk memperluas dan memperkuat simpul antikorupsi di berbagai institusi," tuturnya.

Sebelumnya, penyidik senior KPK nonaktif Novel Baswedan mengungkapkan, pegawai KPK yang tak lolos TWK ditawarkan bergabung ke BUMN. Bahkan, pimpinan KPK disebut meminta mereka mengundurkan diri.

"Beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat, yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN," kata Novel saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 14 September 2021.

"Bagi kami itu adalah suatu penghinaan. Di KPK adalah upaya untuk berjuang melawan korupsi, tidak hanya untuk bekerja," kata Novel lagi.

Menurut Novel, hal itu semakin jelas menunjukkan
upaya sistematis untuk membunuh pemberantasan korupsi.

"Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, pegawai KPK yang tak lolos TWK itu bukan ditawarkan bergabung ke BUMN. Dia mengklaim, ada beberapa pegawai yang meminta agar nasib mereka dibantu.

"Artinya, mereka yang TMS (tidak memenuhi syarat) kan ada macam-macam levelnya. Ada yang melawan, kemudian ada yang meminta tolong. Mungkin ada yang minta tolong begitu, mereka mungkin inisiasi di antara mereka sendiri, itu mungkin," kata Ghufron.

Dia menegaskan, pimpinan KPK tak pernah meminta pegawai KPK yang gagal lolos TWK untuk mengundurkan diri.

"Yang jelas, form-nya saya gak tahu, kalau ditawari. Itu bukan ditawari, mereka itu katanya sih, ya, mereka nanya 'masa sih pimpinan gak memikirkan mereka'. Begitu," tutur Ghufron.

Artikel Asli