Diumumkan Di Koran Bakrie Diburu Sri Mulyani

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 07:25
Diumumkan Di Koran Bakrie Diburu Sri Mulyani

Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dikomandoi anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani, terus mengejar para obligor dan debitur dana BLBI. Setelah menyasar keluarga mantan Presiden Soeharto, Satgas kini memburu keluarga Bakrie, yaitu Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie.

Pemanggilan kedua adik Aburizal Bakrie itu, diumumkan Satgas BLBI di koran, kemarin. Nirwan dan Indra diminta datang ke Gedung Syafrudin Prawiranegara, Kementerian Keuangan, Jumat 17 September 2021, pukul 09.00-11.00 WIB.

Selain Nirwan dan Indra, Satgas BLBI juga memanggil 11 orang lainnya. Mereka adalah Andrus Roestam Moenaf, Pinkan Warrouw, dan Anton Setianto dari PT Usaha Mediatronika Nusantara. Kemudian ada Thee Ning khong, The Kwen le, PT Jakarta Kyoei Steel Works Ltd Tbk, PT Jakarta Steel Megah Utama, dan PT Jakarta Steel Perdana Industry.

Pemanggilan Nirwan dan Indra Bakrie ini dimaksudkan untuk menyelesaikan hak tagih negara terkait dana BLBI. "Setidak-tidaknya sebesar Rp 22,67 miliar dalam rangka penyelesaian kewajiban debitur eks Bank Putera Multikarsas," tulis pengumuman yang diteken Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban.

Satgas menegaskan, akan melakukan tindakan apabila para pihak yang dipanggil tersebut mangkir. "Dalam hal Saudara tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak tagih Negara, maka akan dilakukan tindakan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Demikian pengumuman ini untuk dipenuhi," tulis pengumuman tersebut.

Staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo berharap, pihak-pihak yang dipanggil itu dapat melunasi dana BLBI yang diterima. "Semoga mereka kooperatif dan hak rakyat dipulihkan," tulis Yustinus, dalam akun Twitter @prastow , kemarin.

Bagaimana tanggapan pihak Bakrie? Juru Bicara Keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa membantah anggapan Nirwan dan Usman memiliki utang BLBI.

"Bakrie tidak memiliki utang BLBI. Silakan klarifikasi langsung dengan Satgas BLBI," kata Lalu, kepada wartawan, kemarin.

Sebelumnya, Satgas sudah memanggil delapan obligor dan debitur BLBI. Pada 26 Agustus, Satgas memanggil Agus Anwar yang memiliki utang Rp 104,63 miliar serta pengurus PT Timor Putra Nasional Tommy Soeharto dan Ronny Hendrarto yang memiliki utang Rp 2,61 triliun.

Kemudian, pada 7 September, Satgas memanggil Kaharudin Ongko yang berutang Rp 8,18 triliun. Pemanggilan dilanjutkan pada 9 September kepada Kwan Benny Ahadi dengan nilai utang Rp 157,72 miliar, Setiawan dan Hendrawan Harjono dengan utang Rp 3,57 triliun. Lalu debitor PT Era Persada dengan utang Rp 130 miliar, dan Ronny HR dengan utang Rp 2,61 triliun. Mereka diminta untuk menghadap Ketua Pokja Penagihan dan Litigasi.

Pihak yang tidak hadir saat pemanggilan di antaranya Setiawan Harjono atau Hendrawan Harjono, debitor atas nama PT Era Persada, dan Agus Anwar. Khusus Agus Anwar belum hadir, tetapi sudah ada komunikasi dengan Satgas.

Selain memanggil para obligor dan debitur BLBI, Satgas juga sudah menyita aset terkait BLBI. Antara lain, satu rumah mewah dan 1.672 bidang tanah senilai Rp 5 triliun di Kawasan Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten.

Selain di Lippo Karawaci, Satgas juga memasang plang penguasaan aset berupa tanah dan bangunan di Medan, Bogor, dan Pekanbaru. Total luas tanah yang dikuasai adalah 5,2 juta meter persegi. [BCG]

Artikel Asli