Petugas Pemprov DKI Tertular Saat Razia PMKS Positif Covid-19 Berkeliaran Di Jalanan

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 06:40
Petugas Pemprov DKI Tertular Saat Razia PMKS Positif Covid-19 Berkeliaran Di Jalanan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggenjot pemberian vaksinasi Covid-19 untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Hal itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity di Ibu Kota.

Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Timur (Jaktim), Purwono mencatat, sejak Juni 2020 hingga Agustus 2021, puluhan PMKS di Jaktim terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari total ribuan PMKS yang dijangkau, ada puluhan terkonfirmasi positif Corona. Jumlah pastinya saya lupa, tapi tidak banyak, jumlahnya di bawah 50 orang, ungkap Purwono, di Jakarta, kemarin.

PMKS tersebut teridentifikasi positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di tempat penampungan sementara. Mereka yang positif virus Corona langsung diisolasi untuk mencegah para PMKS berkeliran di jalan. Setelah sembuh, baru PMKS dibolehkan melakukan aktivitas kembali.

Sementara, Kasudinsos Jakarta Utara (Jakut), Rosihan mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2021 pihaknya telah menertibkan sebanyak 307 PMKS. Jumlah itu terdiri dari pengamen sebanyak 48 orang, anak telantar 4 orang, anak jalanan 5 orang, gelandangan 7 orang, pengemis 38 orang, pemulung 13 orang, dan wanita tuna susila 45 orang. Kemudian orang telantar 17 orang, Lansia telantar 18 orang, tukang parkir liar 41 orang, dan lain-lainnya 62 orang.

Dari 307 PMKS yang diamankan sebanyak 233 dikirim ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat. Sisanya, 74 orang ke panti di Cipayung, Jakarta Timur, ungkapnya.

Dia memastikan setiap hari, pihaknya melakukan penghalauan agar PMKS tidak berkeliaran di jalanan. Pihaknya mengerahkan 30 personel dalam kegiatan tersebut. Razia dilakukan di antaranya di kawasan Permai (Tanjung Priok), Muara Angke dan Muara Baru (Penjaringan), Pademangan, dan Sunter.

Penghalauan kami lakukan karena banyak PMKS yang tertular Covid-19. Gara-gara hal itu, banyak anggota Sudin tertular Covid-19 setelah melakukan penertibkan PMKS, ceritanya.

Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat (Sudin Dinsos Jakpus) juga rutin melakukan penghalauan kegiatan PMKS di jalan. Sudin Dinsos Jakpus mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan memperketat penjagaan di titik-titik rawan PMKS.

Kasudinsos Jakarta Pusat, Abdul Salam menerangkan, petugas TRC melakukan penyisiran di kantong-kantong yang ada PMKS, seperti di daerah Tugu Tani, Gambir, Jakpus.

Kami sudah tempatkan para TRC. Tapi kami kadang sering terkecoh. Ketika petugas datang, mereka tidak ada, ungkapnya.

Jemput Bola

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari mengatakan, jumlah PMKS yang menjadi binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di DKI Jakarta kini mencapai 2.163 orang. Ditegaskannya, pihaknya mendukung program vaksinasi untuk PMKS agar peluang mereka tertular Covid-19 semakin kecil.

Adapun pendataan untuk keikutsertaan vaksinasi bagi PMKS dan masyarakat marginal dilakukan oleh Dinsos kerja sama dengan Dinas Dukcapil, kata Premi dalam keterangan tertulis, kemarin.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, lanjut Premi, vaksinator mendatangi tempat tinggal PMKS seperti yang berlangsung di daerah Mangga Ubi, Jakarta Barat. Selain metode itu, pihaknya bekerja sama dengan Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dengan menggunakan sistem jemput bola. Yakni, membawa dan menjemput para PMKS dan warga marginal ke lokasi vaksin di Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kami akan terus berkoordinasi bersama Dinkes dan Dishub, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi. Ke depan, pelaksanaan vaksinasi akan diupayakan lebih dekat dengan tempat tinggal/tempat aktivitas kelompok tertentu tersebut, tutup Premi. [OSP]

Artikel Asli