Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (2)

rm.id | Nasional | Published at 15/09/2021 06:00
Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (2)

Di AS sendiri yang dikenal sebagai salah satu negara demokrasi paling tua tetap menghargai etika survey dan penelitian. Itu bukan hanya dalam bidang ilmu-ilmu social, tetapi juga ilmu-ilmu eksakta. Masih ingat kehebohan penelitian dalam dunia biologis, yang melahirkan kambing rekayasa genetic khusus yang kemudian lahir dan diberi nama Dolly. Serta merta para ilmuan dan tokoh agama di AS melarang diterapkan teori itu ke manusia dan sampai sekarang memang belum ada yang berani menerapkannya ke dalam genetic manusia.

Apalagi dengan survey yang direkayasa untuk memojokkan atau melegitimasi suatu kepentingan tertentu dengan menyalahi kaedah-kaedah survey, secara moral sangat tidak terpuji. Jika ada yang melakukannya, kemudian berpotensi melahirkan kebencian antar etnik, agama, dan kepercayaan, dapat dikenakan pasal Hate Speech (HS). Lembaga-lembaga survey di Indonesia yang dirancang untuk mempromosikan kandidat Kepala Negara atau Kepala Daerah tertentu sesungguhnya bisa dianggap penodaan terhadap etika survey.

Pada dasarnya survey adalah alat ukur secara obyektif digunakan untuk mengukur sebuah fenomena atau kenyataan tertentu di dalam masyarakat. Akan tetapi jika survey itu motifnya untuk mengelabui para pemilih dengan cara melakukan penyimpangan metodologis, maka sesungguhnya itu sebuah peanggaran moral.

Artikel Asli