Pasien Positif yang Berkeliaran Dibawa ke Fasilitas Isoter

republika | Nasional | Published at 15/09/2021 05:31
Pasien Positif yang Berkeliaran Dibawa ke Fasilitas Isoter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, pemerintah akan segera merujuk pasien positif Covid-19 atau yang masuk dalam kategori hitam dan terdeteksi tak melakukan isolasi untuk dibawa ke fasilitas isolasi pusat terdekat. Hal ini terkait dengan masih ditemukannya lebih dari tiga ribu orang yang positif Covid-19 yang masih berkeliaran di tempat fasilitas umum.

Pemerintah berkomitmen dengan kerja sama bersama satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori hitam atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi pusat terdekat, ujar Wiku saat konferensi pers, Selasa (14/9).

Sebelumnya, Wiku meminta seluruh masyarakat agar saling menjaga diri dari penularan virus Covid-19. Bagi masyarakat yang tengah positif Covid-19 diminta agar melakukan isolasi diri dengan baik dan tak menulari masyarakat lainnya.

Semua anggota masyarakat harus selalu saling menjaga dari menulari atau tertular Covid-19, kata Wiku saat dihubungi, Senin (13/9).

Saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (13/9) kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut terdapat lebih dari 3.000 orang positif Covid-19 yang terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi tidak melakukan isolasi. "Kita bisa lihat surprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif Covid tapi masih jalan-jalan," ujar Budi.

Dari jumlah tersebut, 3.161 orang terdeteksi melakukan check-in saat ingin masuk ke mal atau pusat perbelanjaan. Sebanyak 348 orang lainnya terdeteksi saat masuk ke dalam pabrik-pabrik industri, 43 orang masuk bandara, 63 orang menggunakan kereta, dan 55 orang masuk ke dalam restoran.

Padahal, orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid, yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," ujar Budi.

Artikel Asli