Perguruan Tinggi Pimpin Masuki Transisi

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 15/09/2021 00:42
Perguruan Tinggi Pimpin Masuki Transisi

JAKARTA - Perguruan tinggi dapat membawa adaptasi Indonesia memasuki masa transisi disrupsi dan memasuki gelombang-gelombang besar. Penegasan ini disampaikan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (14/9).

"Sebagai pimpinan, sebagai rektor, yang paling cepat mengadaptasi perubahan-perubahan seperti ini siapa? Perguruan tinggilah yang dapat membawa negara ini masuk ke transisi menuju gelombang-gelombang besar," kata Presiden di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang baru ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (14/9). Pertemuannya sendiri terjadi Senin.

"Sekali lagi kita ini berada pada transisi perubahan besar dunia yang harus diantisipasi," tambah Presiden. Untuk merespons perubahan tersebut, Presiden Jokowi minta universitas memberi kemerdekaan para mahasiswa.

"Beri mahasiswa kemerdekaan belajar. Belajar kepada siapa saja. Belajar kepada praktisi dan industri. Sebab sebagian besar mahasiswa nanti menjadi praktisi juga," tambah Presiden. Meski begitu, Presiden Jokowi mengakui akan ada mahasiswa yang menjadi dosen maupun peneliti.

"Itulah esensi merdeka belajar, di mana mahasiswa merdeka untuk belajar dan kampus memperoleh kemerdekaan untuk berinovasi," tambah Presiden. Presiden kembali menekankan bahwa ke depan, proses pendidikan akan berbentuk hybrid .

"Semuanya nanti akan hybrid , hybrid knowledge , hybrid skill. Ke depan, malahan sekarang, sudah banyak job hilang. Banyak pekerjaan lama hilang. Tapi juga akan muncul banyak pekerjaan baru. Ini yang harus diantisipasi perguruan tinggi," jelas Presiden.

Kepala Negara mencontohkan fakultas kedokteran bukan hanya mempelajari kesehatan, tapi juga robot.

Dokter, misalnya, sekarang ini sudah harus mengerti mengenai robotic karena surgery bisa dengan advanced robotic dan jarak jauh. Ini sudah terjadi, bukan akan. Artinya apa? Fakultas kedokteran mau tidak mau harus mempunyai mata kuliah robotic.

Artikel Asli