Clara Hermawan Palsukan Tanda Tangan Bos untuk Cairkan 13 Cek

jawapos | Nasional | Published at 14/09/2021 14:48
Clara Hermawan Palsukan Tanda Tangan Bos untuk Cairkan 13 Cek

JawaPos.com Clara Chella Hermawan memalsukan tanda tangan bosnya untuk mencairkan cek perusahaan. Perbuatannya baru ketahuan setelah mantan karyawan bagian accounting dan finance PT WinMax Investama Propertindo (WIP) itu tiga tahun melakukan aksinya. Perusahaan dirugikan hingga ratusan juta rupiah akibat perbuatannya.

Jaksa penuntut umum Hasan Efendi dalam dakwaannya menjelaskan, terdakwa sehari-hari bertugas menyusun laporan keuangan, melakukan transfer ke rekening lain, menerima transfer dengan rekening perusahaan, dan membuat laporan pajak. Selain itu, dia bertanggung jawab membayarkan tagihan perusahaan kepada pihak ketiga. Baik dengan rekening perusahaan maupun cek atau bilyet giro (BG).

Sejak kali pertama bekerja pada Agustus 2018 hingga ketahuan pada Maret 2021, Clara memalsukan tanda tangan bosnya untuk mencairkan 13 cek. Tanda tangan Direktur Utama Budiono Wisanto dan Direktur Anthony Kevin Bandono dipalsukan pada pembukuan cek dan BG setiap terdakwa mencairkan dana melalui cek dan BG.

Terdakwa kemudian mencairkan dengan mengkliringkan ke rekening terdakwa, jelas jaksa Hasan saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Perusahaan yang berkantor di Villa Bukit Mas itu merugi Rp 403,2 juta akibat perbuatan terdakwa. Perbuatan tersebut baru terungkap setelah bosnya mengaudit keuangan perusahaan.

Budiono menyatakan, pencairan itu dilakukan tanpa seizin dan sepengetahuannya. Dia mendapatkan bukti dari kantor bank. "Waktu itu saya cek di bank dan minta bukti pencairannya, ternyata tidak sesuai dengan tanda tangan dan stempel saya," ujar Budiono saat bersaksi di PN Surabaya.

Kedua bosnya kemudian meminta konfirmasi kepada Clara mengenai pencairan cek tersebut. Terdakwa mengakui perbuatannya. Dia lantas dilaporkan kepada polisi. "Dia mengakui sendiri memalsukan tanda tangan dan stempel saat itu," kata Anthony yang juga bersaksi.

Clara berkeberatan dengan keterangan kedua mantan bosnya. Perempuan 24 tahun itu mengaku sudah meminta izin kepada bosnya untuk mencairkan cek tersebut. Menurut dia, sebagian uang tersebut memang digunakan untuk kepentingan pribadinya. "Ada juga yang untuk kepentingan perusahaan," ucap Clara.

"Tidak semua cek dipalsukannya. Ada juga yang bertanda tangan asli bosnya. Nilai uang yang dipakainya juga tidak sebesar yang disebutkan dalam dakwaan jaksa. Yang saya gunakan sendiri Rp 200 juta," ungkapnya.

Artikel Asli