Operasi Yustisi Kos-kosan di Cilegon, Belasan Warga Pendatang Terjaring Razia

bantennews.co.id | Nasional | Published at 14/09/2021 14:26
Operasi Yustisi Kos-kosan di Cilegon, Belasan Warga Pendatang Terjaring Razia

CILEGON Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol-PP, TNI dan Polri menggelar razia yustisi atau razia administrasi di kependudukan di sejumlah bedeng.

Razia dilaksanakan di wilayah Kecamatan Jombang, Selasa (14/9/2021) juga guna mencegah penyakit masyarakat. Dalam peristiwa itu sementara diamankan belasan warga pendatang yang tidak memiliki administrasi kependudukan khususnya surat domisili.

Saat ini belasan warga tersebut diamankan di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang untuk diberikan pembinaan.

Kabid Penegakkan Hukum dan Perundang-undangan pada Satpol PP Sofwan Marjuki mengatakan kegiatan razia itu rutin dilaksanakan bahkan sudah berjalan setiap bulan.

Razia ini guna mengantisipasi penyakit masyarakat. Razia kali ini dilaksanakan di Kecamatan Jombang dan ada beberapa titik lokasi, terangnya.

Menurutnya, razia itu dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan dan Kependudukan.

Razia ini kita lihat keberadaan penduduk yang ada di kos-kosan, ataupun di tempat-tempat tertentu.
Kita lihat identitasnya seperti apa, apakah sudah berdomisili non permanen disini atau identitas lama. Tentunya kami disini juga mengantisipasi penyakt masyarakat, apabila ditemukan ada indikasi kita juga bakal tindak dan serahkan pada dinas terkait untuk melakukan pembinaan dan langkah preventif, terangnya.

Misalnya disatu kosan kita temukan ada satu minuman alkohol ya kita amankan, kita bawa juga, nanti diproses. Kedepan razia kita bakal lebih tegas lagi, terangnya.

Sementara itu Rohimin, Lurah Masigit menyatakan bahwa pihak bakal terus melakukan sosialisasi kepada RT dan RW untuk mendata ke kontrakan atau kosan apabila masih banyak warga pendatang yang belum punya KTP non permanen.

Mereka harus segera daftar ke RT dan RW agar bisa dibantu pembuatannya, cuma kita kesulitan karena mereka temporer, gak tahu kapan datengnya dan kapan perginya. Mungkin nanti kita akan lebih ketat pengawasannya, ucapnya.

(Man/Red)

Artikel Asli